Tips Memilih Kue Lebaran, Hindari yang Berbau Tengik dan Berwarna Mencolok
Time Out Senin, 16 Mar 2026 09:41 WIBjatimnow.com - Setiap momen lebaran Idulfitri, aneka kue kering seperti nastar, kastengel, hingga putri salju biasanya menjadi suguhan wajib yang biasa disuguhkan di meja tamu. Namun, di balik kelezatannya, masyarakat diimbau ekstra waspada terhadap peredaran produk yang menggunakan bahan tambahan ilegal.
Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair), Mahmud Aditya Rifqi mengingatkan konsumen untuk lebih cermat. Ia membagikan panduan praktis agar masyarakat terhindar dari kue kering tak layak konsumsi yang dapat membahayakan kesehatan keluarga.
"Penggunaan pengawet, pemanis, atau pewarna (Bahan Tambahan Pangan/BTP) sebenarnya diperbolehkan oleh BPOM asal sesuai batas aman. Yang perlu diwaspadai adalah bahan ilegal dari produsen nakal," kata Mahmud.
Waspadai Warna Mencolok dan Aroma Tengik
Langkah pertama bagi konsumen adalah melakukan pengecekan fisik dan sensorik sebelum membeli. Mahmud menyarankan agar masyarakat menghindari kue dengan warna yang tidak natural.
"Jika warna kue tampak sangat mencolok, sebaiknya dihindari. Selain visual, indra perasa juga menjadi indikator penting. Jika saat dicicipi kue mengeluarkan rasa atau aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi dan jangan dikonsumsi," ungkapnya.
Cek Segel Kemasan dan Izin Edar
Kualitas bahan baku akan percuma jika tidak diimbangi dengan pengemasan yang baik. Mahmud menekankan pentingnya mengecek tanggal kedaluwarsa (expired date) dan best before pada label.
Terlebih untuk produk yang dijual di area terbuka, pastikan kemasan tidak bocor, retak, dan tersegel rapat. "Adanya izin edar akan memberikan keyakinan lebih bahwa produk tersebut layak konsumsi dan telah melalui pengawasan," tambahnya.
Aturan keamanan ini juga wajib diterapkan pada produk UMKM atau industri rumahan untuk menghindari kontaminasi luar.
Terapkan Prinsip "3J" untuk Cegah Lonjakan Gula
Bagi masyarakat yang sedang mengontrol berat badan atau menjaga kadar gula darah pasca sebulan berpuasa, Mahmud menyarankan penerapan Prinsip 3J (Jenis, Jumlah, dan Jadwal).
Karena kue kering masuk kategori makanan selingan, porsinya wajib dibatasi, yakni maksimal 10–20 persen dari total asupan kalori harian.
Sebagai solusi terbaik, membuat kue sendiri di rumah sangat disarankan agar penggunaan bahan rendah kalori bisa dikontrol. "Namun jika harus membeli di luar, kontrol diri adalah kunci utama," jelas Mahmud.
Sebagai tambahan, ia mengingatkan agar kue kering dengan isian krim atau lapisan cokelat—yang rentan rusak—disimpan di dalam lemari es atau tempat bersuhu sejuk guna mempertahankan kualitasnya hingga masa Lebaran usai.