Pixel Code jatimnow.com

BSI Bayarkan Zakat Lebih dari Rp1 Triliun dalam 5 Tahun

Ekonomi Rabu, 01 Apr 2026 16:52 WIB
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kanan), dan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid (kiri) saat serahterima zakat BSI di Kantor Pusat BSI The Tower, Jakarta (1/4). (Foto: BSI for jatimnow.com)
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kanan), dan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid (kiri) saat serahterima zakat BSI di Kantor Pusat BSI The Tower, Jakarta (1/4). (Foto: BSI for jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan perannya sebagai penggerak ekonomi umat dengan menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai sebesar Rp289 miliar kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI.

Penyaluran ini semakin mengukuhkan posisi BSI sebagai pembayar zakat korporasi terbesar di Indonesia.

Pada tahun 2025, total zakat BSI yang disalurkan meningkat 7,77% secara tahunan (YoY), mencerminkan konsistensi kontribusi perusahaan seiring dengan pertumbuhan kinerja bisnisnya.

Secara kumulatif, sejak berdiri pada 2021 hingga 2025, total zakat yang telah disalurkan BSI mencapai Rp1,07 triliun.

Zakat yang dihimpun BSI terbukti menjadi katalisator dalam mendorong ekonomi umat, khususnya bagi para penerima manfaat.

Sepanjang 2025, penyaluran zakat dari dana tahun 2024 sebesar Rp268,6 miliar telah menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi.

Penyerahan zakat secara resmi dilakukan oleh Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, kepada Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.

Zakat yang diserahkan terdiri dari Rp250,3 miliar zakat perusahaan dan Rp39,5 miliar zakat pegawai, disaksikan oleh jajaran pimpinan BAZNAS dan manajemen BSI.

Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa zakat merupakan bagian dari strategi utama perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menyatakan bahwa sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

“Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Seiring dengan besarnya potensi zakat nasional, optimalisasi pengelolaan dana zakat dinilai menjadi kunci dalam membangun ekonomi inklusif berbasis syariah.

Dalam implementasinya, BSI berkolaborasi dengan BAZNAS RI dan BSI Maslahat melalui berbagai program pemberdayaan mustahik.

Di antaranya adalah pengembangan 77 Desa BSI, Sentra UMKM, serta program pendidikan seperti BSI Scholarship yang telah menjangkau lebih dari 10.000 pelajar dan mahasiswa.

Selain itu, terdapat pula program Rumah Qur’an dan berbagai inisiatif sosial lainnya.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BSI sebagai salah satu pembayar zakat terbesar di Indonesia.

Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk mengelola dan menyalurkan zakat secara optimal guna mendukung program-program yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan umat.

BSI Perkuat Layanan ZISWAF Digital

Sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual, BSI terus menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam menyalurkan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).

Layanan ini tersedia melalui jaringan kantor cabang yang mencapai 1.130 outlet, serta berbagai kanal digital seperti ATM, QRIS, BSI Mobile, dan aplikasi BYOND by BSI.

Selain itu, BSI juga menyediakan fitur transaksi terjadwal serta kemudahan transfer dari bank lain.

Program wakaf untuk pembangunan rumah sakit dan sekolah juga dapat diakses melalui aplikasi BYOND by BSI, bekerja sama dengan nazhir terpercaya.

Sepanjang 2025, penghimpunan dana ZISWAF melalui berbagai kanal BSI mencapai Rp236 miliar dengan total 10,5 juta transaksi.

Tren pada 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengumpulan dana setiap bulannya dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja Bisnis Dukung Dampak Sosial

Kontribusi sosial BSI turut didukung oleh kinerja bisnis yang solid. Pada 2025, BSI mencatatkan laba sebesar Rp7,57 triliun, tumbuh 8,02% secara tahunan, dengan jumlah nasabah mencapai 23 juta.

Ke depan, BSI berkomitmen untuk terus memperluas dampak sosial melalui optimalisasi penghimpunan dan penyaluran ZISWAF.

Penguatan layanan digital, termasuk melalui superapp BYOND by BSI, menjadi salah satu strategi utama.

Melalui fitur “Berbagi”, masyarakat dapat dengan mudah menyalurkan zakat, infak, wakaf, dan donasi yang telah terintegrasi dengan 49 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi di Indonesia.

Dengan langkah ini, BSI tidak hanya memperkuat posisi sebagai institusi keuangan syariah terdepan, tetapi juga sebagai pilar penting dalam membangun ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.