Pixel Code jatimnow.com

Siswa di Jember Naik Rakit ke Sekolah, Jembatan Putus Diterjang Banjir

Peristiwa Selasa, 14 Apr 2026 16:20 WIB
Pelajar saat menyeberang menggunakan rakit menuju sekolah. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pelajar saat menyeberang menggunakan rakit menuju sekolah. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah siswa di Kabupaten Jember terpaksa menggunakan rakit untuk berangkat dan pulang sekolah setelah jembatan penghubung antar desa putus akibat banjir beberapa bulan lalu.

Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, dengan Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, hingga kini belum juga diperbaiki sejak rusak diterjang banjir.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada para pelajar, tetapi juga warga setempat yang sehari-hari bergantung pada akses jembatan tersebut. Sebagai alternatif, mereka harus menggunakan rakit untuk menyeberang sungai. Jika tidak, warga terpaksa memutar dengan jarak sekitar 10 kilometer.

"Jembatan itu putus lagi akibat banjir bandang yang terjadi pada tanggal 12 Februari 2026 lalu. Sebenarnya sudah beberapa kali diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat, sebelum pada akhirnya jembatan itu putus lagi,” kata Ketua RW 08 Dusun Darungan, Mulyadi, Selasa (14/4/2026).

Menurut Mulyadi, putusnya jembatan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, terutama para pelajar yang harus tetap bersekolah.

“Dampaknya, aktivitas warga terganggu. Khususnya anak-anak sekolah, mereka harus naik rakit,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setiap hari terdapat sekitar enam pelajar yang harus menyeberang dari Desa Jubung ke Desa Pancakarya menggunakan rakit. Sementara itu, jumlah warga dewasa yang menggunakan rakit mencapai sekitar 20 orang.

Warga setempat pun berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk membangun kembali jembatan gantung tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal tanpa harus menempuh jarak yang lebih jauh.