Pixel Code jatimnow.com

Pertamina Jual Paket Sembako Rp211 Ribu Seharga Rp30 Ribu di Jember

Ekonomi Kamis, 16 Apr 2026 12:44 WIB
Ratusan keluarga prasejahtera di Kecamatan Patrang berbondong-bondong mendatangi Kantor Kelurahan Gebang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga miring. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)
Ratusan keluarga prasejahtera di Kecamatan Patrang berbondong-bondong mendatangi Kantor Kelurahan Gebang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga miring. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tekanan harga pangan yang fluktuatif di pasar global mendorong langkah konkret untuk mengamankan isi dapur masyarakat di tingkat akar rumput. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengambil peran tersebut dengan menggelar Pasar Murah di Kabupaten Jember, Kamis (16/4/2026).

Sebanyak ratusan keluarga prasejahtera di Kecamatan Patrang berbondong-bondong mendatangi Kantor Kelurahan Gebang untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga miring.

Program ini menjadi jaring pengaman sosial di tengah ketidakpastian ekonomi yang kerap memicu kenaikan harga kebutuhan dasar.

Dalam aksi sosial ini, Pertamina menyediakan paket sembako senilai Rp211.000 yang berisi beras 5 kg, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter, susu kental manis, sarden, hingga kecap manis. Namun, warga hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp30.000 untuk membawa pulang paket lengkap tersebut.

Area Manager Comm, Rel. & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respon perusahaan terhadap kondisi geopolitik global yang berdampak pada stabilitas harga pangan nasional.

"Kami ingin memastikan kehadiran Pertamina memberikan dampak langsung bagi ketahanan pangan. Bukan sekadar perusahaan energi, kami menjalankan mandat tanggung jawab sosial untuk mendukung warga prasejahtera agar tetap memiliki akses pangan terjangkau," ujar Ahad.

Agar bantuan tidak meleset, Pertamina menggandeng Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Jember.

Data penerima manfaat disaring ketat berdasarkan kategori desil 1-4 yang mencakup warga dari Desa Gebang, Banjarsengon, Slawu, hingga Jemberlor.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Jember, Ratno Cahyo Sembodo, menilai kolaborasi ini merupakan instrumen efektif dalam menstabilkan ekonomi lokal.

"Sinergi BUMN dan pemerintah daerah seperti ini yang mampu menyentuh langsung kebutuhan warga. Langkah ini sangat membantu meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi rem bagi laju inflasi di daerah kami," tutur Ratno.

Model bisnis sosial yang diterapkan dalam Pasar Murah ini terbilang unik. Pertamina menegaskan tidak mengambil keuntungan sepeser pun dari uang tebusan Rp30.000 yang dibayarkan warga. Seluruh dana yang terkumpul akan diputar kembali untuk kepentingan publik di wilayah tersebut.

"Uang hasil penjualan paket ini kami salurkan lagi untuk perbaikan sarana ibadah, renovasi fasilitas desa, hingga santunan ke yayasan sosial di sekitar lokasi. Jadi prinsipnya, dari masyarakat dan sepenuhnya kembali untuk masyarakat," kata Ahad.

Kabupaten Jember menjadi lokasi ketiga pelaksanaan program serupa di Jawa Timur, menyusul kesuksesan agenda yang sama di Tuban dan Bojonegoro sebelumnya.

Melalui stimulus ini, stabilitas konsumsi rumah tangga diharapkan tetap terjaga meski tantangan ekonomi makro masih membayangi.