Seru! Ibu-Ibu Sidoarjo Masak Bahan Misteri di Hari Kartini
Time Out Sabtu, 18 Apr 2026 21:49 WIBjatimnow.com - Peringatan Hari Kartini di Sidoarjo berlangsung tak biasa. Puluhan ibu ditantang memasak cepat tanpa resep dalam ajang “Kartini Culinary Spirit” di Luminor Hotel Sidoarjo.
Sebanyak 60 peserta dari berbagai komunitas dan profesi turun langsung ke dapur kompetisi. Tantangan utama datang dari bahan misteri yang baru dibuka saat lomba dimulai. Dalam waktu terbatas, peserta harus menyusun strategi, membagi peran, lalu menyajikan hidangan layak saji.
Sejak awal, atmosfer terasa hidup. Peserta bergerak cepat, berdiskusi singkat, lalu mengeksekusi ide. Format Fun Rally Cooking membuat lomba berjalan dinamis, tidak kaku, tetapi tetap kompetitif. Kreativitas dan kerja tim menjadi kunci.
Keterlibatan ibu-ibu PKK RW 13 Taman Tiara Sidoarjo memberi warna tersendiri. Ketua PKK, Retno Nurhayati, melihat kegiatan tersebut sebagai ruang baru bagi perempuan untuk berkembang.
“Kegiatan seperti ini memberi kesempatan belajar sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota. Nilainya relevan dengan semangat Kartini masa kini,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Tak sekadar lomba, peserta juga mendapat pembekalan langsung dari Executive Chef Agung Wijaya. Ia mengingatkan pentingnya standar kebersihan sebelum berbicara soal rasa.
“Setiap hidangan harus diperlakukan sebagai karya. Kebersihan menjadi dasar sebelum kreativitas berkembang,” katanya.
Penyelenggara mengemas acara sebagai pengembangan program komunitas yang lebih interaktif. Marcomm Executive Luminor Hotel Sidoarjo, Svastika Putri, menyebut konsep tersebut sengaja dirancang agar lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berkesan dan memperkuat hubungan dengan komunitas sekitar,” ujarnya.
Suasana makin semarak saat peserta mengikuti sesi tambahan seperti fashion show dan pemilihan busana terbaik. Area acara berubah menjadi panggung ekspresi, melengkapi semangat kebersamaan yang terbangun sejak awal.
Melalui kegiatan tersebut, peringatan Hari Kartini tidak berhenti pada seremoni. Para peserta menunjukkan bahwa kreativitas, keberanian mencoba hal baru, dan kolaborasi tetap hidup, bahkan dari dapur sederhana hingga ruang kompetisi.