Pixel Code jatimnow.com

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Raih Gelar Sarjana, Janji Benahi Birokrasi

Wiyata Minggu, 26 Apr 2026 11:27 WIB
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, ketika mengikuti wisuda di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Minggu (26/4/2026). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, ketika mengikuti wisuda di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Minggu (26/4/2026). (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Ekspektasi warga terhadap perbaikan pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo kini bertumpu pada pundak Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana.

Setelah bertahun-tahun berjibaku di lapangan, perempuan yang akrab disapa Bunda Mimik ini resmi menyelesaikan studi sarjana jurusan Administrasi Negara di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Minggu (26/4/2026).

Langkah Mimik kembali ke bangku kuliah di tengah kesibukan memimpin daerah bukan tanpa alasan. Ia menyadari bahwa empati dan pengalaman lapangan seringkali membentur tembok kerumitan birokrasi yang kaku.

Gelar akademik ini ia proyeksikan sebagai senjata baru untuk membedah masalah tata kelola pemerintahan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

"Ilmu administrasi negara itu napas kerja saya setiap hari. Saya ingin melayani masyarakat dengan landasan literasi yang kokoh, jadi tidak hanya memakai intuisi semata," ujar Mimik usai prosesi wisuda Unitomo, di Dyandra Convention Center.

Selama masa studi, Mimik harus membagi waktu antara rapat koordinasi pembangunan dan tumpukan buku kebijakan publik. Ia seringkali berganti peran menjadi mahasiswa pada malam hari, mengkaji teori manajemen organisasi untuk kemudian ia terapkan langsung dalam agenda protokoler keesokan harinya.

Pilihan jurusan Administrasi Negara dinilai sangat relevan dengan kebutuhan Sidoarjo saat ini. Warga kini menunggu bukti nyata, apakah teori yang ia serap mampu mempercepat layanan administrasi desa, mengefisiensikan program publik, hingga menciptakan kebijakan yang lebih presisi tanpa putaran birokrasi yang melelahkan.

Mimik meyakini, pendidikan merupakan alat kerja, bukan sekadar aksesori jabatan. Ia ingin membuktikan bahwa pembenahan daerah harus dimulai dari cara berpikir pemimpinnya yang sistematis.

"Jangan pernah berhenti belajar karena mencari ilmu itu tidak ada garis akhirnya," tambahnya memberi pesan bagi generasi muda.

Kini, tantangan sesungguhnya bagi Mimik Idayana dimulai. Gelar sarjana yang ia sandang bukan lagi soal nilai di atas kertas, melainkan bagaimana kebijakan yang ia lahirkan mampu dirasakan langsung manfaatnya oleh jutaan warga Sidoarjo.