Pixel Code jatimnow.com

Kembangkan Wisata Trowulan, Mahasiswa Unitomo Garap 14 RT di Bejijong

Wiyata 4 jam yang lalu
Sebanyak 154 mahasiswa Unitomo diterjunkan ke Desa Bejijong, Mojokerto, untuk memperkuat UMKM, BUMDes, HKI, dan eco-tourism. (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)
Sebanyak 154 mahasiswa Unitomo diterjunkan ke Desa Bejijong, Mojokerto, untuk memperkuat UMKM, BUMDes, HKI, dan eco-tourism. (Foto: Humas Unitomo for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 154 mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya diterjunkan untuk memperkuat potensi Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, sebagai desa wisata berbasis sejarah, budaya, dan eco-tourism.

Ratusan mahasiswa tersebut mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 selama 10 hari, mulai 12 hingga 21 Agustus 2026.

Program pengabdian masyarakat tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Desa Wisata melalui Penguatan Tata Kelola BUMDes, Digitalisasi Produk Lokal, Perlindungan HKI, dan Pengembangan Eco-Tourism Berkelanjutan.”

Seluruh mahasiswa disebar ke 14 RT di dua kawasan permukiman, yakni Dusun Kedung Wulan dan Dusun Bejijong. Penempatan langsung di tengah masyarakat diarahkan agar pendampingan dapat menyesuaikan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah mengatakan, penerjunan mahasiswa menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Melalui pelaksanaan KKN ini, mahasiswa hadir untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Bejijong. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mendorong Desa Bejijong agar semakin berdaya saing global,” ujar Prof. Siti Marwiyah saat membuka kegiatan KKN di Mojokerto.

Menurut dia, pertemuan antara pengetahuan akademis dan kebutuhan warga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih inklusif.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unitomo Prof. Nur Sayidah mengatakan, program KKN disusun berdasarkan pemetaan potensi wilayah. Pendampingan mahasiswa kemudian diarahkan pada empat program utama.

Pertama, penguatan tata kelola BUMDes. Kedua, peningkatan sekaligus perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi produk lokal.

Program ketiga berupa digitalisasi UMKM melalui pembuatan e-katalog. Adapun fokus keempat menyasar pengelolaan serta pengurangan sampah dengan mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.

“Kami menetapkan empat fokus utama ini agar pendampingan kepada warga tepat sasaran, khususnya dalam menggerakkan perekonomian desa dan mempercepat akselerasi Desa Bejijong sebagai destinasi eco-tourism yang mandiri serta berkelanjutan,” jelas Prof. Nur Sayidah.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha warga, tetapi juga memperkuat identitas Bejijong sebagai bagian dari kawasan wisata sejarah dan budaya Trowulan.

Pemerintah Desa Bejijong menyambut program KKN Unitomo, terlebih kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama bagi desa dengan kehadiran ratusan mahasiswa untuk melakukan pengabdian masyarakat secara langsung.

Kepala Desa Bejijong Pradana Tera Mardiatna optimistis kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran para mahasiswa Unitomo di wilayah kami, mengingat ini pertama kalinya desa kami didatangi ratusan mahasiswa untuk pengabdian pada masyarakat,” kata Pradana.

Ia menilai sejumlah program yang dibawa mahasiswa memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan pengembangan desa wisata. Digitalisasi produk UMKM melalui e-katalog, pendampingan legalitas HKI, serta edukasi pengolahan sampah dinilai dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan potensi wisata Bejijong.

“Program digitalisasi produk UMKM lewat e-katalog, pendampingan legalitas HKI, hingga edukasi pengolahan sampah bernilai ekonomis ini sangat relevan untuk menunjang daya saing Bejijong sebagai desa wisata sejarah Trowulan,” pungkasnya.