Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan
Peristiwa Senin, 08 Jun 2026 08:05 WIBjatimnow.com - Puluhan umat Buddha Tulungagung mengikuti ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Minggu (7/6/2025). Ritual ini dilakukan 8 hari setelah perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. Tak hanya tu, ritual ini merupakan penutup dari Hari Raya Tri Suci Waisak.
Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama. Dalam ritual ini mereka melakukan Pradaksina atau berjalan mengelilingi candi sebanyak 3 kali. Mereka juga membaca puja di depan altar yang sudah disiapkan.
Pembina rohaniawan Vihara Buddha Loka Theravada, Pandita Sugianto mengatakan ritual ini diikuti umat Buddha di wilayah Tulungagung. Mereka memilih Candi Sanggrahan sebagai lokasi Atthami Puja karena memiliki kisah sejarah yang mendekati ritual ini.
Candi peninggalan zaman Kerajaan Majapahit ini merupakan lokasi persinggahan abu jenasah seorang Bikhuni bernama Rajapatni Dewi Gayatri.
“Candi ini memiliki sejarah yang berkaitan dengan umat Buddha karena menjadi persinggahan abu jenasah seorang Bikhuni," ujarnya.
Ritual ini merupakan peringatan saat dikremasinya jenasah sang Buddha Gautama. Mereka mengawali ritual ini dengan melakukan Pradaksina. Setelah itu mereka membacakan puja untuk Buddha, Damma dan Sangha. Mereka juga membacakan doa di depan altar yang sudah disiapkan.
“Kita juga melakukan penutupan dengan Pattidana atau pelimpahan jasa yang kami persembahkan untuk leluhur atau makhluk hidup lainnya dengan harapan memancarkan energi positif dan memberikan kebahagiaan dengan seluruh makhluk," terangnya.
Rangkaian Atthami Puja menjadi refleksi bagi umat Buddha untuk senantiasa mengenang serta terus menjalankan ajaran Sang Buddha. Selain itu, rangkaian ini juga menjadi momen pengingat jika seluruh umat memiliki sifat ketidakkekalan, sehebat dan sekuat apapun jasad dan fisik akan tetap mengalami pelapukan dan kremasi.