Tragis! Nenek di Probolinggo Tewas Tertemper Kereta Api Blambangan Ekspres
Peristiwa 7 jam yang lalujatimnow.com – Warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, digegerkan oleh penemuan jasad seorang nenek di jalur rel kereta api, Sabtu (13/6/2026) dini hari. Korban tertabrak kereta api yang sedang melintas.
Korban teridentifikasi sebagai Aisiyah (68), warga Jalan Ikan Banyar, Kelurahan Mayangan. Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah tertabrak Kereta Api (KA) Blambangan Ekspres rute Jakarta-Banyuwangi.
Salah seorang saksi, Andik Pamungkas mengaku sempat melihat korban sesaat sebelum tertemper kereta api yang melintas.
"Korban yang memakai daster warna merah muda terlihat keluar dari gang kecil dekat rel. Setelah itu berjalan ke arah tengah rel," ujarnya.
Andik menambahkan, dirinya tidak mengetahui pasti motif di balik aksi korban. Ia hanya melihat korban berjalan di area rel tanpa membawa identitas, sehingga warga langsung menghubungi polisi sesaat setelah kecelakaan terjadi.
Akibat benturan keras, korban mengalami luka berat di bagian kepala serta dada dan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam dan kepanikan warga yang syok melihat kondisi korban di tengah rel.
Usnan, salah satu anggota keluarga, membeberkan bahwa korban selama ini tinggal bersama cucunya. Pada Jumat malam (12/6/2026) sekitar pukul 00.00 WIB, korban diketahui pergi dari rumah tanpa pamit. Pihak keluarga baru menyadari kepergian korban setelah menerima kabar duka dari warga sekitar.
Berdasarkan keterangan keluarga, almarhumah selama beberapa tahun terakhir memang sedang berjuang melawan penyakit diabetes yang membuat kondisi fisiknya terus menurun. Korban juga kerap mengeluhkan penyakitnya dan beberapa kali sempat berucap ingin meninggal lebih cepat karena merasa lelah dengan sakit yang dideritanya.
"Kondisi kesehatannya sebenarnya sudah mulai membaik berkat pengobatan rutin dan pendampingan keluarga," tuturnya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mensterilkan area dengan memasang garis polisi dan melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah proses identifikasi dan visum di RSUD dr. Mohamad Saleh selesai, jenazah Aisiyah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti guna memastikan penyebab pasti dari kejadian tragis ini.