Pengesahan PSHT, Polrestabes Surabaya Kerahkan Pengamanan Gabungan
Patroli 13 jam yang lalujatimnow.com - Polrestabes Surabaya mematangkan pengamanan menjelang rangkaian pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dengan menggelar apel kesiapan personel gabungan, Selasa (16/6).
Pengamanan melibatkan unsur TNI, Brimob, Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Linmas, serta jajaran Polsek di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski lokasi pengesahan berada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak, pihaknya menilai mobilitas peserta dan penggembira berpotensi melintasi sejumlah kawasan di Kota Surabaya.
“Pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses kedatangan peserta, pelaksanaan kegiatan, hingga kepulangan mereka ke daerah masing-masing,” kata Rosyid.
Menurut dia, pengalaman pengamanan pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan potensi gangguan keamanan lebih sering muncul saat pergerakan massa di perjalanan.
Karena itu, personel diminta memahami karakteristik wilayah tugas, mengenali jalur pergerakan peserta, serta memetakan titik-titik yang dianggap rawan.
Polrestabes Surabaya juga meningkatkan patroli di sejumlah kawasan yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa. Selain pengamanan di lapangan, pendekatan persuasif terus dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus perguruan, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Rosyid turut mengapresiasi operasi penertiban minuman keras ilegal yang dilakukan jajaran Polsek dan Sat Samapta. Upaya tersebut dinilai dapat menekan potensi gangguan ketertiban yang dipicu konsumsi minuman beralkohol selama kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaan pengamanan, aparat tetap mengedepankan pendekatan humanis. Namun, pelanggaran hukum seperti konvoi yang membahayakan pengguna jalan, aksi anarkis, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Rosyid juga mengingatkan peserta dan masyarakat agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Pengurus perguruan, kata dia, telah mengimbau para penggembira untuk tidak mendatangi lokasi pengesahan guna menghindari kepadatan serta meminimalkan potensi gesekan.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan pengesahan dapat berlangsung lancar. Kehadiran aparat di lapangan merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi seluruh unsur pengamanan menjadi kunci untuk menjaga situasi Kota Surabaya tetap kondusif,” tandasnya.