Pixel Code jatimnow.com

Rumah Literasi Digital Respons Maaf PT Siber Shop Soal Hapus Berita

Peristiwa 3 jam yang lalu
Rumah Literasi Digital apresiasi permohonan maaf PT Siber Shop Teknologi Indonesia terkait polemik permintaan penghapusan berita siber di Surabaya. (Foto: RLD for jatimnow.com)
Rumah Literasi Digital apresiasi permohonan maaf PT Siber Shop Teknologi Indonesia terkait polemik permintaan penghapusan berita siber di Surabaya. (Foto: RLD for jatimnow.com)

jatimnow.com - Rumah Literasi Digital (RLD) menyambut baik langkah terbuka Founder PT Siber Shop Teknologi Indonesia yang melayangkan permohonan maaf tertulis di laman resmi perusahaan. Sikap tersebut menyudahi polemik panjang yang sempat memicu ketegangan akibat permintaan penghapusan sejumlah produk jurnalistik dari beberapa media siber.

Bagi organisasi yang konsen pada edukasi publik tersebut, penyelesaian sengketa pers semacam ini semestinya menjadi preseden baik. Komunikasi dua arah dan kepatuhan terhadap regulasi merupakan modal utama guna merawat iklim demokrasi serta menjamin kebebasan berekspresi di ruang siber.

Ketua Rukun Warta Rumah Literasi Digital, Fatchur Rohman, menilai insiden tersebut membawa pesan penting bagi korporasi dan masyarakat. Publik perlu memahami tata cara kerja jurnalisme beserta jalur penyelesaian sengketa yang sah secara hukum.

"Setiap orang atau lembaga punya hak menyanggah pemberitaan. Namun, gunakanlah saluran resmi yang dilindungi undang-undang, seperti hak jawab dan hak koreksi. Langkah itu menjamin kebebasan pers sekaligus melindungi hak publik memperoleh informasi akurat," kata praktisi digital yang akrab disapa Parto saat memberikan keterangan di Surabaya.

Dia menambahkan, tantangan ruang digital makin berat. Media massa memikul beban untuk setia pada akurasi dan independensi, sementara pelaku usaha serta institusi dituntut melek etika tata kelola informasi.

Momentum ini dinilai tepat untuk menggalang kolaborasi antarpemangku kepentingan, mulai dari perusahaan teknologi, organisasi pers, akademisi, hingga penikmat informasi. Kesadaran bersama bakal mempercepat terbentuknya ekosistem digital yang bersih dari intervensi sepihak.

"Kami tidak ingin terjebak dalam aksi saling menyalahkan. Peristiwa kemarin justru menjadi titik balik untuk memperkuat literasi digital publik dan memperluas dialog sehat antara ruang redaksi dengan objek berita," tutur Fatchur.

Rumah Literasi Digital juga memberikan hormat kepada jurnalis yang konsisten menjaga marwah profesi, serta asosiasi pers yang mengawal independensi ruang redaksi dari tekanan luar. Jaminan keamanan bekerja bagi pers merupakan pilar utama penopang kualitas demokrasi nasional.

Ke depan, lembaga literasi media tersebut berkomitmen membuka ruang diskusi, pelatihan, dan pendampingan bagi korporasi maupun komunitas. Upaya ini bertujuan mematangkan pemahaman publik mengenai etika jurnalistik dan aturan main di dunia siber.