LPS Sebut Ada 19 Bank Bermasalah di Jawa Timur Tutup
Ekonomi 18 jam yang lalujatimnow.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sebanyak 154 bank di Indonesia telah ditutup hingga saat ini. Dari jumlah tersebut, 19 bank berada di Jawa Timur.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Bambang S. Hidayat, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami tugas dan fungsi LPS sebagai bagian dari sistem pengamanan sektor perbankan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, atas fasilitasi kegiatan sosialisasi tersebut.
Menurut Bambang, peran LPS menjadi sangat penting ketika terjadi permasalahan pada sebuah bank.
“Jadi meskipun ada bank ditutup, uangnya tetap aman. Disitulah sebenarnya yang menjadi pesan utama kita,” ungkapnya dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi peran serta fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Ia mengungkapkan, ratusan bank di Indonesia telah ditutup karena berbagai persoalan. Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang memiliki catatan bank tutup cukup banyak.
“Kami melihat 154 bank, yang ada di Jawa Timur 19 bank. Total dari 154 dan paling banyak di Jawa Barat,” sebutnya.
Bambang menjelaskan, hampir seluruh kasus pencabutan izin usaha bank atau penutupan bank disebabkan oleh persoalan tata kelola.
“Jadi ada juga karena fraud (kecurangan), mungkin pengurus. Ada juga terkait dengan nasabah juga, ada juga debitur,” ungkapnya.
“Tapi hampir 100 persen, permasalahan yang terjadi karena tata kelola. Artinya permasalahan tidak terkait fundamental ekonomi keseluruhan, tapi terkait pengelolaan, tata kelola,” sambungnya.
Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut menunjukkan masih adanya ruang perbaikan yang dapat dilakukan oleh manajemen perbankan. LPS, kata dia, juga terus mendorong penguatan sistem melalui berbagai program strategis yang dijalankan setiap tahun.
“Kita mencoba untuk membangun suatu IT yang dapat diandalkan di DPR. Jangan-jangan permasalahan terkait insfrastruktur yang lemah. Sebagai ilustrasi terakhir 3,9 Triliun, jadi dari 154 itu bank umum dan terbesar kemarin di Surabaya,” jelasnya.
Bambang juga mengungkapkan bahwa salah satu bank yang ditutup memiliki aset hingga Rp1,6 triliun dengan total simpanan mencapai Rp1,2 triliun. Proses pembayaran klaim simpanan nasabah masih terus berlangsung.
“Tapi masih kita identifikasi dan sebagian besar telah kita bayarkan dan masih berjalan proses pembayaran di tahap berikutnya,” tegasnya.
Selain itu, ia menyebut sejumlah lembaga keuangan lain juga berharap dapat menjadi peserta penjaminan LPS, seperti Badan Kredit Desa (BKD) hingga kemungkinan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, hingga saat ini mandat LPS masih terbatas pada sektor perbankan dan asuransi.
“Ekpestasi masyarakat besar ke kami. Tapi mandat hari ini masih perbankan dan asuransi saja,” pungkasnya.