Pixel Code jatimnow.com

Serunya Asmorobangun Cup, Tarkam yang Efektif Jaring Talenta Sepak Bola Muda Kediri

Olah Raga Rabu, 17 Jun 2026 20:35 WIB
Pertandingan Asmorobangun Cup edisi ke-7. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Pertandingan Asmorobangun Cup edisi ke-7. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sorak penonton yang memadati tepi lapangan menjadi pemandangan yang tak pernah absen setiap kali Asmorobangun Cup digelar. Memasuki edisi ketujuh, turnamen sepak bola antar kampung ini kembali menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di Kabupaten Kediri dan daerah sekitarnya.

Tak sekadar menghadirkan pertandingan yang kompetitif, Asmorobangun Cup telah berkembang menjadi ruang pembinaan atlet muda sekaligus penggerak ekonomi masyarakat desa. Sebanyak 32 klub dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam kompetisi yang berlangsung selama 30 hari dengan sistem gugur tersebut. Tim-tim peserta datang dari Kediri, Nganjuk, Blitar, Mojokerto, hingga sejumlah daerah lainnya.

Konsistensi penyelenggaraan turnamen ini mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri. Bendahara KONI Kabupaten Kediri, Fanny Risjon Nelvi Lumintang, menilai Asmorobangun Cup memiliki peran penting dalam menjaring dan mengembangkan potensi pesepak bola muda di daerah.

Menurutnya, ajang seperti ini menjadi salah satu sarana efektif untuk melihat kemampuan pemain-pemain yang selama ini berkembang di level akar rumput.

“KONI melihat pertandingan ini sangat bagus sekali ya tentunya untuk pembinaan-pembinaan sepak bola, khususnya anak-anak muda” ujarnya, Rabu (17/6/2026) usai pembukaan.

Fanny menilai potensi sepak bola di Kabupaten Kediri tersebar hampir merata di berbagai wilayah. Kecamatan seperti Wates, Plosoklaten, Kepung hingga Kras disebut memiliki banyak pemain berbakat yang membutuhkan ruang kompetisi untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan kualitas mereka.

Melihat besarnya potensi tersebut, KONI Kabupaten Kediri berupaya mendorong semakin banyak kompetisi sepak bola digelar sebagai upaya memperluas pembinaan dan pencarian bakat pemain muda.. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari persiapan pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2029, saat Kabupaten Kediri diproyeksikan menjadi tuan rumah.

“Kita akan usahakan untuk kompetisi berikutnya, Koni akan bekerjasama dengan PSSI untuk adakan kejuaran, terutama piala KONI nantinya,” ujarnya.

Di balik ramainya pertandingan yang tersaji di lapangan, Asmorobangun Cup juga menghadirkan manfaat lain bagi masyarakat. Panitia menyebut kesuksesan turnamen ini lahir dari kekompakan semua yang terlibat serta dukungan warga yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurut panitia, sepak bola di Asmorobangun telah menjelma menjadi hiburan rakyat yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

Keramaian yang tercipta selama turnamen berlangsung turut membawa dampak ekonomi bagi warga. Pedagang makanan dan minuman, hingga pelaku UMKM lokal, merasakan peningkatan omzet seiring tingginya jumlah pengunjung yang datang setiap pertandingan digelar.

Lebih dari itu, Asmorobangun Cup juga menjadi panggung bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Tidak sedikit pemain yang memanfaatkan ajang tersebut untuk menarik perhatian pencari bakat maupun pelatih dari berbagai klub.

“Sudah banyak pemain yang tampil di event seperti ini kemudian mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi. Karena itu kami berharap Asmorobangun Cup bisa terus menjadi ajang pembuktian kemampuan para pemain muda,” ungkap panitia.

Dengan antusiasme masyarakat yang terus terjaga dan potensi pemain muda yang terus bermunculan, Asmorobangun Cup diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan semata. Turnamen ini diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu pusat pembinaan sepak bola daerah yang melahirkan talenta-talenta terbaik dari Kabupaten Kediri.