Anomali Cuaca! Masuk Musim Kemarau, Surabaya Malah Dikepung Banjir
Peristiwa Selasa, 23 Jun 2026 14:12 WIBjatimnow.com – Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Surabaya sejak Selasa (23/6/2026) dini hari memicu banjir dan genangan di sedikitnya 14 titik yang tersebar di 10 kecamatan. Peristiwa ini terjadi saat Jawa Timur (Jatum) telah memasuki musim kemarau.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, hujan mulai turun sekitar pukul 04.00 WIB. Genangan muncul di sejumlah ruas jalan, kawasan permukiman, hingga fasilitas kesehatan dengan ketinggian air bervariasi antara 8 sentimeter hingga 50 sentimeter.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto mengatakan, hujan tersebut dipicu anomali cuaca yang sebelumnya telah diperingatkan BMKG. Kondisi itu diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama di Surabaya dan Sidoarjo.
"BMKG sudah menyampaikan beberapa hari ini memang ada anomali cuaca yang perlu diantisipasi. Ini bisa menyebabkan hujan di wilayah Surabaya dan Sidoarjo," ujarnya saat dikonfirmasi.
BPBD Jatim bersama BPBD Kota Surabaya langsung menerjunkan personel beserta pompa penyedot air ke sejumlah lokasi terdampak, di antaranya di depan Kampus STIKOSA-AWS, Jalan Nginden Intan Timur, Kecamatan Sukolilo dan kawasan Gunung Anyar Tambak.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta rumah pompa milik Pemkot Surabaya juga dikerahkan untuk mempercepat surutnya genangan.
Berdasarkan laporan BPBD, titik genangan yang masih terpantau di antaranya terjadi di Kecamatan Sukolilo, tepatnya di Jalan Nginden Intan Timur (depan STIKOSA-AWS) dimana tinggi genangan sekitar 30 cm. Kemudian di Jalan Manyar Rejo, dimana genangan sekitar 10 cm.
Genangan juga terjadi di Kecamatan Tenggilis Mejoyo, tepatnya di Jalan Taman Panjang Jiwo Permai (dekat RS Ubaya) dengan ketinggian 30 cm dan RSIA Kendangsari setinggi 8 cm.
Selanjutnya di Kecamatan Sukomanunggal, genangan terjadi di Jalan Tanjung Sari No.33 setinggi 30 cm. Kemudiam di Kecamatan Rungkut tepatnya di Jalan Medokan Ayu, setinggi 10–30 cm dan Jalan Raya Pandugo, dimana ketinggiam genangan mencapai 50 cm dan menjadi titik terdalam yang tercatat.
Genangan selanjutnya berada di Kecamatan Gubeng, tepatnya di Jalan Barata Jaya No.17 setinggi 30 cm. Kemudian Kecamatan Wiyung di Jalan Graha Famili Selatan VIII setinggi 10 cm.
Sementara sejumlah lokasi lainnya telah berangsur surut, yakni Jalan Puri Gunung Anyar Regency, Jalan Wisma Tengger Kandangan Benowo, Jalan Karangan Wonokromo, Jalan Imam Bonjol Tegalsari, Jalan Simo Kalangan Sukomanunggal, serta kawasan Ngagel Kebonsari di sekitar SMPN 12.
BPBD memastikan hingga Selasa pagi tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat banjir tersebut.
Menurut Gatot, kondisi ini menunjukkan musim kemarau tidak serta-merta membuat masyarakat terbebas dari ancaman bencana hidrometeorologi. Di saat sejumlah daerah seperti Bangkalan, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi, dan Bondowoso mulai mengalami kekeringan, wilayah Surabaya dan Sidoarjo justru masih berpotensi diguyur hujan lebat akibat perubahan cuaca.
"Kita tidak bisa mengatur perubahan cuaca yang terjadi sewaktu-waktu. Karena itu masyarakat perlu terus mengikuti informasi dari BMKG agar bisa mengantisipasi potensi bencana," katanya.
Gatot juga mengingatkan masyarakat yang memanfaatkan libur sekolah untuk berwisata agar memperhatikan informasi cuaca sebelum bepergian. Wisata ke pantai, perbukitan maupun air terjun diminta mempertimbangkan potensi hujan, gelombang tinggi, hingga perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara mendadak.