Sarasehan KAUJEFEST 2026 Diharapkan Jadi Rekomendasi Kebijakan Strategis
Wiyata 7 jam yang lalujatimnow.com – Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) berharap Sarasehan KAUJEFEST 2026 mampu melahirkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam memperkuat pembangunan nasional berbasis potensi daerah.
Mengusung tema "Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kemajuan Bangsa", forum yang digelar siang ini akan menghadirkan sejumlah akademisi, pakar politik dan demokrasi, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, serta beberapa kepala daerah.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, mengatakan tema tersebut dipilih karena dinilai relevan dengan dinamika hubungan pemerintah pusat dan daerah yang tengah menjadi perhatian dalam pelaksanaan berbagai program nasional.
"Forum ini akan mempertemukan perspektif akademisi, pemerintah daerah, hingga pembuat kebijakan di tingkat pusat. Dengan begitu, kita bisa melihat bagaimana sinergi pusat dan daerah berjalan dalam mendorong pembangunan," ujarnya.
Menurutnya, berbagai kebijakan nasional yang saat ini dijalankan memiliki implikasi langsung terhadap pemerintah daerah. Karena itu, diperlukan ruang dialog yang mampu mengkaji efektivitas implementasi kebijakan sekaligus merumuskan solusi yang konstruktif.
Fendi menilai, secara akademik terdapat kecenderungan pola pembangunan yang masih didominasi kebijakan dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut dapat dilihat dari sejumlah program strategis nasional, seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kebijakan efisiensi anggaran di daerah.
"Program-program tersebut tentu memiliki konsekuensi terhadap daerah. Karena itu penting untuk melihat bagaimana sinkronisasi kebijakan pusat dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing daerah," katanya.
Selain itu, kebijakan mengenai alokasi Dana Desa yang sebagian diarahkan untuk mendukung program KDMP juga menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam sarasehan.
"Setiap kebijakan pasti memiliki konsekuensi. Forum ini menjadi ruang untuk melihat bagaimana kebijakan pusat diterjemahkan di daerah serta tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pelaksanaannya," jelasnya.
Sarasehan KAUJEFEST 2026 dijadwalkan dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Jember, Bupati Situbondo, dan Bupati Lumajang. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut diharapkan memperkaya diskusi melalui pengalaman langsung dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah.
Fendi berharap pembahasan dalam forum tetap fokus pada substansi sehingga mampu menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
"Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan benar-benar strategis, berbasis data dan pengalaman di lapangan, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan," pungkasnya.