Kirab Budaya Toyoresmi Kediri, Warga Arak 10 Gunungan Hasil Bumi hingga Tahu Kuning
Peristiwa Jumat, 03 Jul 2026 20:10 WIBjatimnow.com - Deretan gunungan berisi hasil bumi dan tahu kuning khas Kediri diarak menyusuri jalan Dusun Besuk, Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Jumat (3/7/2026). Suasana meriah semakin terasa dengan hadirnya kesenian tradisional yang mengiringi langkah warga dalam Kirab Budaya dan Sedekah Bumi, tradisi tahunan yang menjadi wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya melestarikan budaya lokal.
Tahun ini, masyarakat mengarak 10 gunungan yang berisi beragam hasil bumi, mulai dari cabai hingga ribuan tahu kuning. Tradisi yang digelar setiap bulan Sura (Muharram), khususnya pada malam Jumat Legi, tersebut telah menjadi agenda rutin yang dinantikan warga.
Perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Nyamad Rachman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan Sura (Muharram), khususnya bertepatan dengan malam Jumat Legi.
“Yang menjadi daya tarik budaya ini karena kita bersinergi dengan pihak pemerintah Kabupaten Kediri dan juga ada jadwal setiap kali ada suran (Bulan Suro) gitu ya, setiap malam Jumat Legi kita agenda rutin,” jelasnya.
Kirab budaya dimulai dari rumah perangkat desa (Carik), kemudian bergerak menuju Pakunden Mbah Sawijoyo. Rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke makam Mbah Syekh Zainal Abidin yang dipercaya sebagai leluhur sekaligus cikal bakal Dusun Besuk.
Sepanjang rute kirab, masyarakat tampak memadati sisi jalan untuk menyaksikan prosesi budaya tersebut. Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya yang menghadirkan atraksi Barongsai, tahun ini panitia menampilkan Reog Ponorogo dan kesenian jaranan. Kehadiran dua kesenian tradisional itu menjadi magnet tersendiri yang menambah semarak acara.
Di balik kemeriahan kirab, semangat gotong royong warga menjadi fondasi utama terselenggaranya kegiatan. Seluruh rangkaian acara dibiayai secara swadaya oleh masyarakat yang secara bersama-sama menjaga keberlangsungan tradisi turun-temurun tersebut.
Dari 10 gunungan yang dipersembahkan, terdapat tambahan gunungan hasil bumi berupa cabai yang menjadi ciri khas pelaksanaan tahun ini. Sementara itu, gunungan tahu kuning tetap menjadi ikon utama dengan jumlah sekitar 4.500 biji tahu.
Nyamad berharap tradisi kirab budaya dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mampu mempererat kebersamaan masyarakat.
“Harapan kami dengan diadakannya kirab budaya semoga desa kita menjadi desa Gemah Lipah loh jinawi dan ke depan menjadi akan yang lebih baik dan lebih ramai lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Toyoresmi, Gatot Siswanto, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata selama ini turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan budaya di desa.
Menurutnya, pada tahun ini panitia belum mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah. Namun, pihaknya berencana kembali mengusulkan dukungan tersebut pada pelaksanaan tahun depan agar penyelenggaraan kegiatan dapat berlangsung lebih optimal.
“Insya Allah tahun depan akan kami ajukan kembali agar kegiatan ini mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah sehingga panitia lebih terbantu,” ujar Gatot.
Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan Kirab Budaya Dusun Besuk Desa Toyoresmi ditargetkan masuk dalam Kalender Event Kabupaten Kediri. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kegiatan budaya ini, sehingga tidak hanya menjadi tradisi masyarakat setempat, tetapi juga mampu mendatangkan wisatawan dan memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Kediri.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah, kirab budaya yang telah menjadi bagian dari identitas Dusun Besuk ini diharapkan terus berkembang, menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas.