Pixel Code jatimnow.com

Serunya Nobar Film Foufo di Kediri, Penonton Malah Dibikin Nangis Sama Ceritanya

Time Out 6 jam yang lalu
Suasana nobar film Foufo di Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)
Suasana nobar film Foufo di Kediri. (Foto: Nanik for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bayu Skak kembali menghadirkan cerita yang berbeda lewat Foufo. Film ini tidak sekadar menyuguhkan kisah tentang makhluk luar angkasa, tetapi juga membawa penonton menyelami kehidupan masyarakat Madura melalui karakter, bahasa, dan nilai-nilai keluarga yang lekat dengan keseharian. Kemarin, dalam keseruan nonton bareng di Kediri, penonton malah dibikin nangis.

Tokoh utama dalam film ini adalah Muslim, seorang pemuda keturunan Madura yang bekerja sebagai pengepul barang rongsokan di Kampung Rombeng. Hidupnya penuh keterbatasan. Di tengah himpitan ekonomi, ia berjuang mengumpulkan uang untuk melunasi utang sekaligus mewujudkan impian sang ibu agar dapat berangkat ke Tanah Suci.

Segalanya berubah ketika sebuah UFO jatuh di sekitar tempat tinggalnya. Dari peristiwa itu, Muslim menemukan seekor alien kecil yang terluka. Bukannya menyerahkan kepada pihak berwenang, ia memilih merawat dan menyembunyikannya. Alien tersebut kemudian diberi nama Foufo.

Pertemuan tak terduga itu perlahan mengubah kehidupan Muslim. Dengan teknologi canggih yang dimilikinya, Foufo membantu berbagai persoalan yang dihadapi Muslim, mulai dari masalah ekonomi hingga kesulitan lain dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, persahabatan mereka tidak berlangsung tanpa ujian. Energi Foufo semakin menipis dan satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah kembali ke kapal induknya. Kondisi itu memaksa Muslim menghadapi pilihan yang berat: memanfaatkan kemampuan Foufo demi mewujudkan cita-cita ibunya, atau mengorbankan impian tersebut agar sahabat barunya bisa kembali ke planet asalnya.

Konflik tersebut menjadi inti cerita, mempertemukan kepentingan pribadi, tanggung jawab kepada keluarga, dan makna persahabatan yang melampaui perbedaan.

Salah satu kekuatan Foufo terletak pada keberaniannya memadukan komedi, fiksi ilmiah, dan budaya Madura, kombinasi yang masih jarang ditemui di perfilman Indonesia. Budaya lokal tidak hanya menjadi latar, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun cerita.

“Foufo datang sendiri dengan menyuguhkan alien dan juga berbahasa Madura 70 persen, sisanya berbahasa Jawa Timuran dan juga bahasa Indonesia. Nampaknya nih sesuatu yang fresh gitu loh,” kata Bayu Skak.

Memang, penonton akan menjumpai dialog berbahasa Madura, karakter yang dekat dengan kehidupan masyarakat, hingga gambaran keseharian warga yang terasa autentik. Pendekatan tersebut membuat kisah tentang alien terasa lebih membumi karena tetap berakar pada nilai keluarga, perjuangan hidup, gotong royong, dan kemanusiaan.

Keaslian budaya itu juga diperkuat lewat proses produksi yang melibatkan banyak talenta lokal keturunan Madura. Tim produksi menggelar open casting di Surabaya untuk mencari pemain yang mampu menghadirkan dialek, ekspresi, dan karakter masyarakat Madura secara alami.

Langkah tersebut sejalan dengan konsistensi Bayu Skak yang selama ini dikenal kerap mengangkat budaya daerah ke layar lebar, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada penonton yang lebih luas.

Di balik balutan komedi, Foufo menyimpan cerita yang emosional. Perjuangan seorang anak untuk membahagiakan ibunya menjadi benang merah yang mengikat seluruh konflik. Sementara hubungan antara Muslim dan Foufo menghadirkan pesan tentang empati, kesetiaan, dan arti persahabatan yang tidak mengenal perbedaan asal-usul.

“Banyak penonton komen di DM saya gitu, saya ini mau ketawa-tawa atau bahkan ya ada yang meremehkan, banyak orang yang ekspektasinya rendah jujur sama film ini ah ini paling film lucu-lucuan doang ya tapi reaksinya pada nangis-nangis,” kata Tretan Muslim, pemeran utama di film ini.

Dengan perpaduan humor khas Bayu Skak, sentuhan fiksi ilmiah, dan nuansa budaya Madura yang kuat, Foufo menawarkan tontonan yang menghibur sekaligus hangat, menghadirkan kisah sederhana dengan pesan kemanusiaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.