PLN Luncurkan Program LARAS, Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Cuan
Ekonomi Selasa, 14 Jul 2026 13:15 WIBjatimnow.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) meluncurkan inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan bernama Program Limbah Rumah Tangga Sehat (LARAS). Melalui program ini, warga diedukasi dan difasilitasi untuk menyulap tumpukan sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Langkah konkret Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini ditandai dengan penyerahan bantuan pelatihan dan sarana pengelolaan limbah oleh General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, kepada Ketua Yayasan Bina Bhakti Lingkungan Kota Surabaya, Muh. Amirur Rosyidin, Kamis (9/7/2026).
Ika Sudarmaja menegaskan, Program LARAS dirancang bukan sekadar sebagai bantuan sosial yang habis pakai, melainkan untuk membangun fondasi kemandirian ekonomi masyarakat melalui skema ekonomi sirkular.
"Kami percaya bahwa limbah rumah tangga bukan sekadar sampah, tetapi sumber daya bernilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat. Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri, produktif, sekaligus peduli kelestarian lingkungan," ungkap Ika.
Pelaksanaan Program LARAS dikemas secara komprehensif melalui tiga pilar utama, mulai dari tahap hulu hingga hilir.
Pertama, pilar riset produk. PLN melatih 50 warga binaan untuk mengolah limbah organik menjadi tiga produk unggulan: sabun eco enzyme, katalis kompos, dan Suplemen Organik Cair (SOC) untuk pertanian. Formula produk ini diuji coba secara ketat oleh Yayasan Bina Bhakti Lingkungan guna memastikan kualitasnya di pasaran.
Kedua, pilar produksi. PLN memberikan dukungan berupa penyediaan peralatan produksi berbasis listrik (electrifying lifestyle). Pemanfaatan mesin modern ini ditujukan untuk mengakselerasi kapasitas produksi, mempercepat proses kerja, serta meningkatkan efisiensi operasional kelompok binaan.
Ketiga, pilar pemasaran produk. Tidak dibiarkan berjalan sendiri, PLN juga mengawal legalitas kelembagaan UMKM milik warga. Pendampingan mencakup pengurusan izin edar Produk Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) hingga strategi pemasaran.
Sebagai daya tarik inovasi, PLN memfasilitasi pengadaan sepeda motor listrik yang dilengkapi dengan boks fiberglass. Kendaraan ramah lingkungan ini difungsikan sebagai sarana pemasaran keliling sekaligus layanan isi ulang produk eco enzyme langsung ke rumah-rumah warga.
Ketua Yayasan Bina Bhakti Lingkungan Kota Surabaya, Muh. Amirur Rosyidin, memberikan apresiasi tinggi atas pendekatan utuh dari PLN. Menurutnya, pendampingan yang menyentuh aspek keterampilan, alat produksi, hingga legalitas izin edar sangat dibutuhkan oleh UMKM rintisan.
Ke depan, Program LARAS di Surabaya ini ditargetkan dapat menjadi role model atau percontohan pengembangan ekonomi sirkular yang bisa direplikasi di berbagai daerah. Hal ini sejalan dengan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang hijau dan menyejahterakan masyarakat.