Pixel Code jatimnow.com

Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun

Pemerintahan 12 jam yang lalu
Bupati Jember Gus Fawait meninjau penataan food street di Jalan Kartini, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo Jember for jatimnow.com)
Bupati Jember Gus Fawait meninjau penataan food street di Jalan Kartini, Selasa (14/7/2026). (Foto: Diskominfo Jember for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengebut proyek pembangunan kawasan kuliner atau food street yang berlokasi di sepanjang Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto. Ditargetkan rampung pada Desember 2026, kawasan ini dirancang terintegrasi langsung dengan Stasiun Jember dengan mengusung konsep ramah pejalan kaki, layaknya kawasan Malioboro di Yogyakarta.

Bupati Jember, Gus Fawait, meninjau langsung progres pembangunan tersebut pada Senin (13/7/2026). Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan komitmen nyata pemerintah untuk menghadirkan ikon keramaian baru yang akan mendongkrak perekonomian daerah, sekaligus menata sektor informal.

"Target kami pada Desember mendatang, kawasan food street ini sudah bisa diresmikan dan dibuka untuk umum. Tempat ini diproyeksikan menjadi pusat keramaian baru di Jember, mulai sentra kuliner, spot foto estetik, hingga aktivitas hiburan lainnya," kata Fawait.

Daya tarik utama dari proyek penataan ini adalah konektivitasnya dengan Stasiun Jember yang kini telah bersolek lebih modern. Gus Fawait memproyeksikan kawasan tersebut menjadi satu kesatuan rute pariwisata kota yang terpadu.

"Stasiun kita sekarang sudah sangat bagus. Ke depan, wisatawan atau warga yang turun dari kereta di Stasiun Jember cukup berjalan kaki untuk menikmati keindahan kota, berwisata kuliner di kawasan food street, hingga terhubung langsung ke Alun-Alun. Ini akan menjadi satu kesatuan destinasi wisata kota yang terpadu," ujarnya.

Terkait progres fisik di lapangan, Gus Fawait menyebutkan bahwa pembangunan saat ini baru menyentuh angka 25 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lampu penerangan jalan juga masih dalam tahap pengerjaan. Meski demikian, ia memastikan seluruh aspek kenyamanan dan keamanan telah dimatangkan.

Sebagai bentuk keberpihakan terhadap para pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM, Pemkab Jember akan memfasilitasi kebutuhan usaha mereka secara penuh.

Pemerintah akan menyediakan gerobak usaha yang seragam hingga pengelolaan kebersihan yang terintegrasi. Pihaknya juga bakal menyiapkan panggung hiburan berkala sebagai wadah bagi anak muda kreatif Jember, seperti pertunjukan musik akustik atau kesenian lokal.

Untuk menjaga ketertiban, Pemkab akan menerjunkan tim khusus yang bertugas mengelola sistem keamanan, kelancaran arus lalu lintas, serta kebersihan area.

Menutup keterangannya, Gus Fawait menjamin bahwa penataan ini tidak akan merugikan warga yang bermukim di sekitar lokasi.

"Penataan ini justru akan meningkatkan nilai kawasan secara signifikan. Dengan infrastruktur yang lebih rapi, bersih, dan tertib, Jalan Gatot Subroto dan Jalan Kartini akan bertransformasi menjadi area bernilai ekonomi tinggi. Ini tentu menjadi bonus dan keuntungan tersendiri bagi masyarakat sekitar," kata dia.