Pixel Code jatimnow.com

Warga Dungus Ponorogo Senang Dapat Guyuran Air Bersih dari Gubernur Khofifah

Pemerintahan 6 jam yang lalu
Gubernur Jatim Khofifah salurkan air bersih di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah salurkan air bersih di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Senyum bahagia terpancar dari wajah warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9/2026) sore. Mereka berbondong-bondong membawa jeriken dan ember kosong untuk mengantre mendapatkan air bersih yang didistribusikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sebanyak 15 ribu liter air bersih digelontorkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Bagi warga Dungus, bantuan tersebut menjadi kabar baik di tengah sulitnya mendapatkan air bersih dalam dua bulan terakhir.

Selama ini, warga hanya mengandalkan pasokan air melalui dropping yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Tak heran, begitu armada pembawa air bersih tiba, warga langsung berdatangan dengan membawa wadah masing-masing.

Mereka rela mengantre demi membawa pulang air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah dapat bantuan air bersih dari Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa),” ujar seorang warga, Dian, sambil tersenyum.

Tak hanya air bersih, Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa 200 jeriken dan 50 unit tandon air kepada warga terdampak.

Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mencari berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan melalui dropping air, tetapi juga dengan mencari sumber air yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Mulai mencari sumber air terdekat, pengeboran sumur, hingga OMC (Operasi Modifikasi Cuaca),” kata Khofifah saat berada di lokasi.

Ia menjelaskan, kondisi setiap daerah berbeda. Di sejumlah wilayah, sumber air bisa ditemukan pada kedalaman tertentu melalui pengeboran.

Namun, di daerah lain, pencarian sumber air membutuhkan pengeboran lebih dalam karena masih terbentur lapisan batuan.

“Selain pengeboran sumur, kami (Pemprov Jatim) juga mencari sumber air yang dapat dialirkan ke wilayah terdampak kekeringan melalui jaringan pipa,” jelasnya.

Khofifah menyebut, upaya serupa telah dilakukan di sejumlah daerah dengan membangun jaringan untuk mengalirkan air dari sumber yang lokasinya cukup jauh dari permukiman warga.

“Ada juga sumur bor, ada yang 90 meter sudah ketemu air, ada yang 200 meter masih ketemu batu. Jadi masing-masing daerah tidak sama tingkat kesulitannya,” ujarnya.