Pemkot Surabaya Bakal Wajibkan Ekstrakurikuler PMR di SD dan SMP
Wiyata 4 jam yang lalujatimnow.com - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat karakter kemanusiaan generasi muda sejak dini. Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) berencana ditetapkan sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler wajib pilihan bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bawah naungan pemkot.
Sinyal kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menghadiri Festival PMR Kota Surabaya 2026 di Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (26/9/2026).
Eri menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial harus ditanamkan secara terstruktur di lingkungan sekolah. Kehadiran PMR dianggap sebagai wadah paling konkret dalam membentuk mental gotong royong anak muda di Kota Pahlawan.
"Apalah arti kita merdeka kalau tidak punya nilai kemanusiaan. Apalah arti menjadi manusia kalau hati kita tidak bisa menolong orang lain," ujar Eri di hadapan ribuan anggota PMR.
Dalam arahannya, Eri mengaitkan semangat kepalangmerahan dengan memori sejarah perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato pada 1945.
Nilai perjuangan tersebut dianalogikan sebagai keberanian menegakkan kebenaran dan kesadaran untuk saling membantu sesama.
Penguatan jiwa sosial ini sejalan dengan prinsip Ta'awanu 'alal birri wat taqwa atau tolong-menolong dalam kebaikan.
Melalui dorongan kebijakan pendidikan ini, Pemkot Surabaya berharap melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif dan peka terhadap kondisi sekitar.
Ketua Harian PMI Kota Surabaya Taufik Rohman Hidayat menyambut positif arah kebijakan Pemkot Surabaya. Menurutnya, anggota PMR merupakan garda terdepan pembinaan karakter dan aksi kemanusiaan di tingkat sekolah.
Taufik menekankan pentingnya aktualisasi Tri Bhakti PMR dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menjunjung tinggi kejujuran, memperluas jejaring persahabatan antarsekolah, serta mengasah keterampilan tanggap bencana.
Festival PMR Kota Surabaya 2026 yang mengusung tema Youth for Humanity ini dibuka oleh Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo.
Sebanyak 2.190 peserta dari 105 sekolah berpartisipasi dalam ajang ini, yang mencakup tingkatan Mula (SD), Madya (SMP), hingga Wira (SMA).