Pixel Code jatimnow.com

Umat Buddha di Tulungagung Gelar Ritual Fang Sheng, Ini Maknanya

Peristiwa 2 jam yang lalu
Umat Buddha Tulungagung saat melepaskan ikan. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Umat Buddha Tulungagung saat melepaskan ikan. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan siswa Sekolah Minggu Buddhis (SMB) Vihara Buddha Loka Tulungagung menggelar ritual tradisi Fang Sheng. Mereka melepaskan ragam makhluk hidup di kawasan wisata Mbalong Kawok di Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Dalam ritual tersebut mereka melepaskan ikan lele dan belut ke aliran sungai.

Pembina Rohaniawan Vihara Buddha Loka Theravada Tulungagung, Pandita Sugianto mengatakan ritual ini memiliki makna membebaskan makhluk hidup dari kesengsaraan di dunia. Fang Sheng merupakan wujud kewelasasihan umat Buddha kepada semua makhluk hidup. Sebagai simbol mereka melepaskan ikan dan belut ke sungai.

"Tujuannya sesuai niat kita membebaskan makhluk hidup ke alam dan tidak lagi terjerat serta bisa berkembang biak dengan baik," ujarnya, Minggu (4/10/2026).

Terdapat sekitar lima kilogram bibit ikan dan belut yang dilepaskan dalam ritual ini. Sebelum melepaskan para umat serta siswa SMB melantunkan doa. Setelah itu mereka mulai melepas ikan dan belut yang sudah disiapkan.

"Biasanya kami juga melepaskan burung namun karena lokasi dekat sawah kami khawatir burung akan menjadi hama petani, untuk itu kami melepaskan ikan dan belut," tuturnya.

Ritual ini memiliki harapan agar umat terbebas dari segala bencana dan marabahaya. Sugianto menerangkan seperti kehidupan selalu ada suka duka. Dengan melepaskan makhluk hidup ke alam mereka berharap nilai kebajikan akan kembali kepada umat Buddha.

"Kebajikan menghasilkan kebahagiaan, kejahatan menghasilkan penderitaan. Bila semua diawali kebaikan, maka akan memperoleh kepuasan dan kebahagiaan," pungkasnya.