Petani NasDem Jatim dan Dinas Pertanian Targetkan Peningkatan Swasembada Pangan
Pemerintahan Politik 2 jam yang lalujatimnow.com - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani NasDem Jawa Timur (Jatim) menggelar pertemuan strategis dengan Dinas Pertanian Jawa Timur membahas arah kebijakan dan program prioritas sektor pertanian untuk swasembada pangan.
Pertemuan ini berlangsung di Kantor Dinas Pertanian. Hal ini juga menjadi bagian dari persiapan Rakernas Petani NasDem yang akan berlangsung pada 22 Oktober 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Jatim Heru Suseno menyampaikan capaian produksi pangan utama di wilayah Jawa Timur.
Komoditas strategis seperti padi, jagung, kedelai, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah tercatat mengalami surplus dalam target produksi tahun 2026.
"Surplus ini menunjukkan ketahanan pangan Jawa Timur berada dalam kondisi yang cukup kuat," ucap Heru Suseno, Kamis (15/10/2026).
Selain itu, Dinas Pertanian juga menegaskan bahwa program bantuan yang dipastikan telah terserap oleh kelompok tani meliputi sarana-prasarana, irigasi, serta pupuk.
Bantuan tersebut dianggap sebagai kebutuhan mendasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani di lapangan.
Di sisi lain, Ketua Petani NasDem Jatim Mulyadi menilai masukan dari Dinas Pertanian Jatim sangat penting sebagai bahan rekomendasi Rakernas.
Petani NasDem Jatim juga menyiapkan bantuan penanaman padi dengan luas lahan minimal 30 hektare serta pengembangan hortikultura dengan luas lahan minimal 3 hektare.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat diversifikasi pangan di wilayah yang di pimpin Khofifah Indar Parawansa ini.
Petani NasDem Jatim dan Dinas Pertanian sepakat jalan bareng wujudkan swasembada pangan di Jatim
Dengan fokus pada padi dan hortikultura, Petani NasDem berharap dapat mendorong kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas di pasar.
"Target pelaksanaan program prioritas ini akan diluncurkan serentak di 10 provinsi pertama yang paling siap," ucap Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, Jawa Timur dipandang sebagai salah satu daerah yang memiliki kesiapan tinggi berkat dukungan infrastruktur pertanian dan capaian produksi yang surplus.
"Sinergi dengan Dinas Pertanian Jatim menjadi krusial agar program prioritas benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan,” ujar dia.
Bagi Petani NasDem Jatim, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi antara pemerintah daerah dan organisasi politik.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara stakeholder pertanian. Petani NasDem Jatim berkomitmen menjadikan Rakernas sebagai forum untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada petani, dengan dukungan data dan masukan dari dinas terkait.
Sementara Dinas Pertanian Jatim menyambut baik inisiatif tersebut. Menurut mereka, kolaborasi lintas sektor akan mempercepat pencapaian target produksi sekaligus memperluas akses bantuan bagi kelompok tani.
"Dengan adanya sinergi ini, diharapkan Jawa Timur tidak hanya menjadi lumbung pangan nasional, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan integrasi program pemerintah dan organisasi politik dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani," pungkas Mulyadi.