Pixel Code jatimnow.com

Kasus Bullying Anak Down Syndrome di Surabaya, Satu Saksi Akan Diperiksa Lagi

Peristiwa 12 jam yang lalu
Ilustrasi perundungan. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)
Ilustrasi perundungan. (Foto: Ilustrasi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Penanganan kasus meninggalnya Z (10), anak penyandang down syndrome di Surabaya yang diduga menjadi korban perundungan, masih terus dikembangkan. Selain penanganan terhadap anak berinisial K, penyidik berencana mendalami kembali keterkaitan anak berinisial V dalam perkara tersebut.

Kuasa hukum keluarga korban dari Kertajaya Lawfirm, Bagus Andri Dwi Putra, mengatakan pendalaman terhadap V direncanakan melibatkan saksi ahli yang dihadirkan oleh Polrestabes Surabaya.

“Selain itu, terdapat anak lain berinisial V yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara ini. Terhadap yang bersangkutan, direncanakan adanya proses pemeriksaan atau pendalaman kembali dengan melibatkan saksi ahli yang dihadirkan oleh Polrestabes Surabaya,” ujarnya, Senin (20/10/2026).

Menurut Bagus, langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan kematian Z. Pihaknya ingin proses penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh, termasuk mendalami peran setiap anak yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian tersebut.

Perkembangan ini disampaikan setelah gelar perkara yang dihadiri Kapolrestabes Surabaya, Komnas PA, Sat PPA/PPO Polrestabes Surabaya, serta keluarga anak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

Dalam perkembangan lainnya, anak berinisial K telah menjalani proses penyidikan dan asesmen sebagai anak yang berhadapan dengan hukum. Berdasarkan informasi yang diterima tim kuasa hukum, K direncanakan menjalani rehabilitasi selama enam bulan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS).

Bagus menyebut proses asesmen terhadap K sebelumnya menghadapi kendala akibat keterbatasan sumber daya manusia dari Dinas Sosial maupun pekerja sosial Surabaya. Kendala tersebut disebut berdampak pada tertundanya tahapan penanganan terhadap anak yang bersangkutan.

Bagus berharap proses pendalaman terhadap V dapat berjalan dengan baik dan memberikan kejelasan mengenai rangkaian kejadian yang berujung pada meninggalnya Zulkarnain.

“Kami berharap seluruh fakta terungkap,” tegasnya.

Keluarga korban hingga kini masih mengawal perkembangan perkara tersebut. Tim kuasa hukum juga terus mendampingi keluarga korban dalam mengikuti proses pemeriksaan dan pendalaman perkara agar rangkaian kejadian yang menyebabkan meninggalnya Zulkarnain dapat terungkap secara menyeluruh.