jatimnow.com - Lolos dari pengawasan orang tua, seorang balita di Ponorogo tewas ditabrak pikap. Korban bernama Celiya Hanafasatul Nagita Putri yang masih berusia 2 tahun.
Dari informasi yang didapat jatimnow.com, saat kejadian, korban yang baru bisa berjalan ini bermain sendiri di luar rumahnya di Desa Gebel tanpa ada pantauan. Korban diduga menyeberang jalan.
"Korban menyeberang jalan dari rumahnya," kata Kanit Laka Sat Lantas Polres Ponorogo, Ipda Badri, Sabtu (2/3/2019).
Nahasnya, lanjut ia, dari arah Sumoroto menuju Ponorogo, ada pikap yang bernopol AE 9745 SE yang dikendalikan Hari Supriyanto (50). Karena jarak sudah dekat, pikap yang dikendalikan warga Kecamatan Sooko tersebut langsung menabrak korban.
Badri mengatakan, korban terpental dan mengalami beberapa luka di tubuhnya.
"Korban meninggal di lokasi," tambahnya.
Ipda Badri mengimbau agar para orang tua lebih ekstra dalam mengawasi anaknya.
"Para orang tua sebaiknya lebih ekstra ketat menjaga anak-anaknya. Agar kejadian seperti ini tidak terulang," pungkasnya.
Lolos dari Pengawasan Orangtua, Balita di Ponorogo Ditabrak Pikap
Sabtu, 02 Mar 2019 19:12 WIB
Reporter :
Mita Kusuma
Mita Kusuma
Berita Ponorogo
Dituntut 7 Tahun dan Kembalikan Rp 6.7 M, Ini Jawaban Pengacara Sugiri Sancoko
Mendikti Saintek Brian Minta Riset UNIDA Gontor Jadi Solusi Masalah Bangsa
Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa
Rayakan Milad ke-63, Ratusan Peserta Semarakkan Fun Run 6,3 KM UNIDA Gontor
Bader FC Sabet Gelar Juara Super Copa Pondok Modern Darussalam Gontor
Berita Terbaru
Wali Kota Kediri Resmikan Gedung I RSUD Gambiran, Perkuat Layanan Kesehatan
Dituntut 7 Tahun dan Kembalikan Rp 6.7 M, Ini Jawaban Pengacara Sugiri Sancoko
Mirip Malioboro, Jember Bakal Miliki Food Street Terintegrasi Stasiun
Baru 1,23 Persen Perusahaan di Indonesia Miliki Fasilitas Daycare untuk Pekerja
Unesa Jaring Bibit Atlet Futsal di Surabaya, Usung Tema Fight For Pride
Tretan JatimNow
Serunya Nobar Film Foufo di Kediri, Penonton Malah Dibikin Nangis Sama Ceritanya
Maria Apriliani, Doktor Muda Alumni UNAIR yang Bersinar di Kancah Internasional
Kisah Dr. Sentot Purwandi, Alumni Farmasi UNAIR yang Pantang Menyerah
Kisah Ory dan Sherlita, Menghidupkan Spirit Kartini di Era Digital
Terpopuler
#1
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan
#2
Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat
#3
Coffee Cupping Workshop SPBUN Nusantara XII Cetak SDM Kopi Berdaya Saing
#4
Dalami Riwayat Tanah, Kejari Tulungagung Geledah Kantor Kelurahan Kepatihan
#5