Khofifah Tinjau Penanganan Amblesnya Tanggul Bengawan Solo di Tuban

Minggu, 01 Des 2019 21:37 WIB
Reporter :
Jajeli Rois
Gubernur Khofifah meninjau penanganan amblesnya tanggul Bengawan Solo di Plumpang, Tuban

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau penanganan tanggul kiri Sungai Bengawan Solo yang ambles di perbatasan Desa Sembungrejo dan Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Minggu (1/12/2019) sore.

Tanggul penahan banjir di sisi kiri Sungai Bengawan Solo tersebut mengalami penurunan 2,5 hingga 3 meter dari posisi awal, dengan panjang sekitar 125 meter.

"Sejak mendengar kabar ada tanggul yang mengalami keretakan karena musim kemarau, saya langsung mengomunikasikan dengan BBWS dan Dinas PU SDA untuk segera melakukan langkah antisipatif," ungkap Gubernur Khofifah di lokasi.

Baca juga: Sungai Bengawan Solo Bojonegoro Siaga Merah, Warga Harap Waspada!

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, baik dari Pemkab Tuban, BBWS serta swadaya dari elemen masyarakat sekitar. Untuk itu, dirinya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas langkah tanggap dan gotong royong semua pihak.

Gubernur Khofifah menambahkan, langkah-langkah percepatan rekonstruksi dan pengamanan itu harus terus dilakukan meskipun belum permanen. Apalagi, kejadian tanggul ambles juga terjadi di wilayah Kanor-Tuban, Lamongan dan Madiun.

Gubernur Khofifah meninjau penanganan amblesnya tanggul Bengawan Solo di Plumpang, Tuban

"Percepatan rekonstruksi ini sangat diperlukan meski dalam tahap darurat. Yang penting ketahanannya bisa memberikan proteksi yang cukup," tegas mantan Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

Ia melanjutkan, salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan pemasangan bronjong atau kotak dari anyaman kawat yang berisi batu-batu, yang biasa dipasang di tepi sungai untuk mencegah erosi. Oleh sebab itu, dirinya juga akan memastikan kekuatan bronjong-bronjong yang akan dipasang.

Baca juga: Baliho Caleg, Umbar Aib, Ditemukan Tewas Mengapung

"Infonya tanah di sini masih sering bergerak. Sehingga keberadaan bronjong akan bisa memberikan proteksi ketika terjadi intensitas air yang tinggi," tambah Gubernur Khofifah.

\

Upaya lain yang telah dilakukan yaitu melakukan pengurukan menggunakan ekskavator. Berdasarkan informasi, upaya pemulihan tanggul seperti kondisi semula sudah dilakukan sejak 7 November 2019. Dengan mengirimkan sekitar 20 dump truck setiap harinya untuk mengangkut pedel.

"Berbagai upaya penanganan yang terus dilakukan ini, tentunya untuk memberikan rasa aman bagi warga desa sekitar tanggul Kecamatan Plumpang. Serta pada warga Tuban secara keseluruhan," ungkapnya.

Dalam peninjauan itu, Gubernur Khofifah didampingi Wakil Bupati Tuban M. Nur Nahar Husain, Ka. Bakorwil Bojonegoro, Ka. DLH Prov. Jatim, Ka. PU Sumber Daya Air Prov. Jatim, Ka. BPBD Prov. Jatim, Ka. PU Bina Marga Prov. Jatim serta Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Baca juga: Balita Madiun Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Bengawan Solo

Wakil Bupati Tuban M. Noor Nahar Hussein menyampaikan, sebagai salah satu langkah untuk menanggulangi tanggul yang ambles, warga dilarang untuk menambang pasir dan menyedot air secara berlebihan pada radius 600 meter dari titik longsor.

"Rata-rata penambang pasir di sungai ini adalah penambang manual. Namun, karena kondisi tanggul yang saat ini kritis, maka kami melarang penambangan pasir di wilayah ini," jelas Noor Nahar.

Ia menyebut bahwa otoritas penanganan tanggul berada pada BBWS Bengawan Solo. Meski demikian, Pemkab Tuban akan terus mendorong upaya percepatan perbaikan tanggul secara permanen.

"Sebagai langkah penanganan kedaruratan, tanggul dikuatkan dengan pedel dan kami akan segera memasang bronjong. Menurut tim BBWS, InsyaAllah minggu depan selesai," tandasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tuban

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler