Tekan Harga Gula, Pemprov Jatim Dorong Percepatan Regulasi Impor

Minggu, 15 Mar 2020 21:44 WIB
Reporter :
Jajeli Rois
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat kunjungan ke pabrik gula PT Kebun Tebu Mas, Lamongan

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mendorong percepatan regulasi impor gula untuk menekan tingginya harga gula. Hingga hari ini, Minggu (15/3/2020), harga gula di pasaran tembus Rp 16-18 ribu per kilogram.

"Kita sudah bersurat dan berkoordinasi dengan berbagai kementerian untuk bisa memberikan percepatan terkait impor gula, apakah dalam bentuk raw sugar atau gula konsumsi," ujar Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di sela kunjungannya ke pabrik gula PT Kebun Tebu Mas, Lamongan, Minggu (15/3/2020).

Gubernur Khofifah menambahkan, kebutuhan gula di Jatim mencapai 37 ribu ton setiap bulan. Sementara musim giling produksi gula di Jatim baru dilakukan awal Juni. Jika dirata-rata mulai pertengahan Maret hingga pertengahan Juni, kebutuhan gula mencapai 109 ribu ton.

Dan kebutuhan gula diperkirakan bisa meningkat menyusul datangnya Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

"Jadi ada kekosongan pada pertengahan Maret, April, Mei sampai pertengahan Juni," terangnya.

Hingga hari ini, harga gula di pasaran mencapai Rp 16-18 ribu per kilogram. Jika tidak dilakukan percepatan untuk dapat menyuplai kebutuhan gula, dikhawatirkan harga gula menjelang puasa akan semakin meningkat.

"Untuk bulan ini cukup. Tapi harga di lapangan sudah mengalami koreksi terus," ungkap Gubernur Khofifah.

Oleh karena itu dibutuhkan adanya percepatan impor gula terutama dalam bentuk raw sugar. Karena pabrik gula di Jatim sudah memiliki pengalaman dengan mesin berteknologi modern.

\

Gubernur Khofifah menyebut, beberapa hari lalu sudah masuk impor sebanyak 35 ribu ton raw sugar. Dari 35 ribu ton yang masuk ke PT Kebun Tebu Mas sebanyak 10 ribu ton.

"Ada proses yang masih harus dikeluarkan dari kepabeanan sebanyak 25 ribu ton," jelasnya.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini berharap proses regulasi dapat terjadi percepatan dari pemerintah untuk menunjuk siapa yang melakukan impor. Sehingga pemerintah provinsi bisa mengukur percepatan raw sugar itu kapan sampai dan bisa terdistribusi di pasar.

"Kalau tidak diimpor, sampai menjelang puasa tidak akan cukup stoknya. Tapi ini sudah impor dan kita akan terus berkordinasi bagaimana menjelang puasa, masyarakat akan tercukupi seluruh kebutuhan-kebutuhan pokoknya," terangnya.

"Mudah-mudahan segera ada penunjukan siapa importirnya, kuotanya berapa dan kita bisa melakukan inspeksi pabrik gula mana yang akan melakukan produksi," tandas Gubernur Khofifah.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler