Dua Pasar di Kota Surabaya Ditutup Imbas Corona, Ini Kata Pemkot

Sabtu, 04 Apr 2020 18:58 WIB
Reporter :
Farizal Tito, Zain Ahmad
Pedagang Pasar Kapasan Surabaya kemasi barang dagangannya

jatimnow.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penutupan sementara dua pasar besar yang ada di Kota Pahlawan selama 14 hari guna mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dua pasar besar itu adalah Pasar Kapasan yang terletak di Jalan Kapasan Kecamatan Simokerto dan Pusat Grosir Surabaya (PGS), Jalan Raya Dupak nomor 1, Gundih, Raya Kecamatan Bubutan.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan General Manager (GM) Pasar PGS terkait penutupan sementara pasar tersebut.

Baca juga: Golkar Jatim Siapkan Kegiatan Sambut Ramadan, Pengurus Daerah Wajib Tahu

Pihak manajemen PGS telah merespon baik keputusan itu karena demi kebaikan dan keselamatan warga Surabaya.

"Sudah dijelaskan dan mereka oke. Seluruh pedagang diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi sudah clear," kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Sabtu (4/4/2020).

Sementara itu, terkait dengan penutupan Pasar Kapasan, Fikser menyebut, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya dan sudah menyepakati keputusan tersebut.

"Kalau Pasar Kapasan lewat PD Pasar Surya, sudah sepakat juga. Penutupannya mulai besok sampai 14 hari ke depan," terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya ini juga menjelaskan, bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyemprotan secara menyeluruh.

Baca juga: Menkes Perkirakan Pandemi Covid-19 Berubah jadi Endemi

Tidak hanya di dalam mal atau pasar, tetapi di area sekitar juga ikut disemprot hingga perkampungan. Bahkan, alat yang digunakan pun tidak hanya menggunakan mobil PMK, tetapi juga pesawat drone.

\

"Dari tampak depan pasar, belakang, samping, masuk ke dalam perkampungan padat penduduk," ungkapnya.

Meski sebelumnya wilayah ini telah dilakukan penyemprotan, tetapi saat ini kembali dilakukan sesuai protab kesehatan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kita lakukan penyemprotan lagi agar tidak semakin banyak warga yang terkena," paparnya.

Baca juga: Mencicipi Kuliner Legendaris di Kediri, Soto Ayam Bok Ijo Wajib Dicoba

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto menjelaskan ketika terdapat satu karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka protokol kesehatannya yakni melakukan karantina terbatas untuk lokasi tersebut selama 14 hari.

"Kita tidak akan berhenti memberikan edukasi kepada pedagang, kenapa maksud dan tujuan dari pada diadakannya karantina," jelas Eddy.

Ia mengungkapkan, saat ini jumlah pasien positif mengalami kenaikan sekitar 33 pasien. Oleh karena itu, pihaknya mengajak warga agar lebih waspada atas perkembangan ini. Semua ini dilakukan agar tidak bertambah jumlah warga yang positif Covid-19.

"Kita harus waspada dan lebih waspada dengan perkembangan ini. Tetap ikuti anjuran pemerintah," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler