Surabaya - Puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) beradu racikan bumbu dalam kelas kuliner yang digelar SMA Kertajaya (SMAKer) Surabaya, Kamis (18/11/2021).
Kelas kuliner itu diikuti 60 peserta dalam kegiatan nonakademik itu digelar setiap hari Minggu, mulai 3 November 2021.
Anak-anak tersebut di antaranya siswa autis, slow learner, down syndrom, cerebral palsy, tuna daksa, tuna rungu, tuna grahita.
Baca juga: Siswa SMA Cikal Surabaya Ubah Tren Brain-Rot Jadi Alat Belajar Anak Inklusi
Ketua pelaksana kelas kuliner yang akrab disapa Kak Iril mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan pertama kali di Surabaya.
"Hanya berbayar 25 ribu saja sudah bisa mendapatkan godybag, tas, sertifikat, merchandise berupa satu set alat makan produk kebab serta voucher konsultasi dan voucher pendidikan. Jadi jangan lewatkan kesempatan ini bisa hubungi kami untuk mendaftar," ungkapnya, Kamis (18/11/2021).
Baca juga: Bukan Cuma Orang Tua, Saudara Sekandung Jadi Kunci Tumbuh Kembang ABK
Sementara Kepala Sekolah SMA Kertajaya Surabaya, Samini mengatakan, untuk selanjutnya pihaknya sepakat akan terus menggelar kegiatan tersebut untuk mewadahi dan melatih soft skill dan hard skill pada siswa berkebutuhan khusus di Surabaya.
"Insya Allah akhir bulan ini kami bisa membuka peserta dari luar, bebas dari SD, SMP, SMA bahkan sudah lulus sebagai hiburan dan berkegiatan positif," ungkap Samini.
Baca juga: Strategi SD Cikal Latih Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus
Saat akan melakukan kegiatan memasak, anak-anak ini kadang suasana hatinya tidak menentu. Sehingga pendamping mencairkan susana dengan bernyanyi hingga senam ringan.