Pixel Code jatimnow.com

Menu MBG Dikritik, Bupati Jember Ingatkan Pengelola SPPG Hal Ini

Editor : Bramanta   Reporter : Sugianto
Foto: Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Sugianto/jatimnow.com)
Foto: Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bulan Ramadan ramai disoroti masyarakat. Menyikapi hal itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar berhati-hati dalam pelaksanaan. Ia menegaskan kepala daerah memiliki kewenangan merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghentikan operasional jika ditemukan pelanggaran serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Fawait dalam video yang diunggahnya, Kamis (26/2/2026). Ia menilai wajar jika program berskala besar seperti MBG masih memerlukan penyempurnaan.

“Kalau ada kekurangan, iya wajar. Namanya program besar dan cakupan juga besar. Tahun ini menurut saya menjadi ukuran, bahwa MBG ini perlu perbaikan dan saya setuju,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa MBG merupakan program pemerintah pusat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Namun, menurutnya, pelaksanaan di daerah menjadi tanggung jawab bersama, termasuk kepala daerah.

“Seandainya ada kekurangan-kekurangan pelaksanaan MBG, saya justru sebagai kepala daerah atau bupati, saya mohon maaf. Dan kepala daerah yang lain harus gitu juga dong, ada MBG di daerah masing-masing, jangan menyalahkan pemerintah pusat apalagi presiden, terlalu jauh,” tegasnya.

Untuk memperkuat pengawasan, Pemkab Jember akan mengefektifkan Satuan Tugas (Satgas) MBG yang telah dibentuk. Satgas tersebut akan memantau dapur-dapur SPPG agar pelaksanaan sesuai standar.

“Saya atas nama Bupati Jember, saya pasti akan mengefektifkan satgas bagi dapur-dapur yang main-main, memberikan menu-menu yang menurut kami tidak pas, hati-hati,” pesannya.

Baca juga:
Percepat Transformasi Digital, Linknet Teken MoU dengan Universitas Jember

Ia menambahkan, kepala daerah memiliki hak untuk memberikan rekomendasi kepada BGN apabila ditemukan pelanggaran yang tidak diperbaiki.

“Kepala daerah punya hak untuk memberikan rekomendasi kepada BGN untuk menghentikan, dan tentu itu bisa memastikan bahwa CCTV terhubung ke dapur SPPG yang ada di Jember,” lanjutnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala SPPG di Jember untuk evaluasi bersama. Ia juga berencana membentuk grup komunikasi guna memastikan pelaporan menu makanan dilakukan setiap hari.

“Kami akan segera kumpulkan kepala-kepala SPPG dan kita akan bikin grup (WhatsApp) dan mereka wajib untuk mendata menu masakan setiap hari yang diberikan,” tegas Fawait.

Baca juga:
Jadi Langganan Banjir, Warga Perumahan Muktisari Mengadu ke Pemkab Jember

Meski diwarnai kritik, Bupati menilai program MBG tetap menjadi harapan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“MBG menjadi harapan baru bagi kami, untuk menggeliat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik,” pungkasnya.