PDIP Surabaya: Selamat Imlek, Ayo Jaga Keberagaman di Kota Pahlawan

Selasa, 01 Feb 2022 14:59 WIB
Reporter :
Ni'am Kurniawan
Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono (Foto: PDIP Surabaya for jatimnow.com)

Surabaya - Keluarga besar PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek 2573 kepada seluruh warga yang merayakannya.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, perayaan Imlek menjadi momentum untuk semakin merekatkan kebersamaan dan gotong royong di antara warga Kota Pahlawan tanpa lagi memandang latar belakang agama, etnis, suku, maupun golongan.

"Selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2573. Gong xi fat cai. Semoga kesehatan, kemakmuran, umur panjang dan kesukacitaan senantiasa menyertai perjalanan kita di Tahun Macan Air ini dan pada masa-masa mendatang," ujar Adi, Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Foto: Meriahnya Perayaan Imlek 2022 di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya

Ketua DPRD Surabaya itu menambahkan, sebagaimana dalam perayaan hari nasional lainnya, PDIP Surabaya turut menyemarakkan Tahun Baru Imlek dengan memberikan ucapan selamat melalui berbagai sarana, termasuk media sosial dan grup-grup layanan percakapan instan.

"Kami juga saling sapa dengan masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek. Banyak kader melakukan anjangsana untuk saling merekatkan kebersamaan, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin," tutur dia.

Ekspresi kebudayaan menyambut Tahun Baru Imlek, lanjut Adi, semakin membentuk keberagaman di Kota Surabaya yang memang dikenal sebagai kota plural yang penuh toleran. Di beberapa kampung di Surabaya dengan mudah bisa ditemukan komunitas Tionghoa yang hidup rukun bersama komunitas lainnya.

"Indahnya lampu-lampu lampion, hebatnya atraksi aksi barongsai, lezatnya kue keranjang, anggunnya pohon Mei Hua, hiasan gantung yang memukau, dan berbagai keindahan pernak-pernik Imlek lainnya, menyatu dalam derap kehidupan di Kota Pahlawan. Semuanya menyambut gembira. Itulah keberagaman di Kota Pahlawan, dan platform perjuangan kami sangat jelas, yaitu menjaga keberagaman di Surabaya," paparnya.

Baca juga: Video: Sinergi Jaman dan jatimnow.com Berbagi ke Sesama

Adi menambahkan, rekam jejak sejarah PDIP dalam perjuangan terhadap kebhinnekaan tidak perlu diragukan. Presiden Sukarno sejak awal membangun Indonesia sebagai rumah bersama.

\

Kata dia, di era Bung Karno, pada tahun ajaran 1946/1947, tiga hari besar masyarakat Tionghoa, termasuk Imlek, dijadikan hari libur resmi.

"PDI Perjuangan didesain menjadi rumah kebangsaan yang ramah bagi semua. Kita akan terus membangun dan merawat jembatan persaudaraan kepada semua anak bangsa. Telah banyak pula kader-kader PDI Perjuangan di Surabaya yang warga keturunan Tionghoa dan mampu menunjukkan kualitas kepemimpinan dan keberpihakan pada rakyat," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Bakal Disebar di Titik-titik Peribadatan Surabaya saat Perayaan Imlek

Baru kemudian pada 17 Januari 2000, Gus Dur mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No 14/1967 yang dibuat Soeharto tentang agama, kepercayaan dan adat istiadat China. Sehingga masyarakat Tionghoa kembali dapat merayakan Imlek di ruang publik.

Menurut Adi, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai presiden ke-5 RI lalu membuat keputusan dengan menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional pada 2003.

"Pesan Ibu Megawati sangat jelas, yaitu kita harus menjaga kebersamaan di antara sesama anak bangsa," tandasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler