jatimnow.com - Sedikitnya 20 siswa SDN Bangunsari 2 Ponorogo terancam putus sekolah. Mereka korban kebijakan regrouping yang tidak disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo.
Praktis selama tiga hari, para siswa hanya bermain di halaman sekolah lantaran tidak ada guru yang mengajar. Beruntung beberapa wali murid berinisiatif untuk memberikan proses belajar seadanya.
Baca juga: Gubes UM Surabaya: Era AI, Ruh Guru Lebih Penting dari Kurikulum & Metode
( Reporter: Mita Kusuma :: Editor: Faris Ardhan )
Baca juga: Kurikulum Bisa Berubah, Tapi Guru yang Menentukan Arah