jatimnow.com - Tradisi arak-arakan untuk yang anak khitan (sunat) atau disebut Manten Sunat sudah susah dijumpai di kota metropolitan seperti di Surabaya. Tapi di kampung Tanjungsari, Sukomanunggal masih bisa dijumpai warga yang melestarikannya.
Anak yang dikhitan, dinaikkan seekor kuda dengan Kembang Mayang yang dipucuk lidi bertempel uang 2 ribu hingga 5 ribu rupiah. Arak-arakan keliling kampung itu juga ada iringan hadrah dan lantunan Sholawat Nabi.
Baca juga: Surabaya Diprakirakan Cerah Seharian Hari Ini, Suhu Mencapai 33°C
Reporter: Jajeli Rois
Editor: Faris Ardhan
Baca juga: Kecelakaan Tulungagung, Relawan Surabaya Hingga Penutupan Garasi Truk Tronton