jatimnow.com - Komisi D DPRD Ponorogo sempat membeberkan data, bahwa sekolah yang melakukan pungutan liar (pungli) tidak hanya di SMPN 6 Ponorogo. Beberapa laporan telah masuk ke wakil rakyat itu.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko pun angkat bicara. Dia mengaku telah meminta dinas pendidikan (dindik) untuk mengevaluasi secara besar-besaran.
"Tegas kepada sesuatu yang tidak disepakati," ujar Sugiri saat ditemui sesaat setelah Bakti Sosial (Baksos) PKK di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Senin (17/10/2022).
Baca juga: Janjikan Kerja Berujung Pungli Rp20 Juta, 2 Oknum THL Dishub dan Satpol PP Surabaya Dipecat
Sugiri memaklumi jika membangun masjid di sekolah butuh tambahan. Tetapi dia meminta jangan sampai membuat wali murid keberatan.
Baca juga: 5 Fakta Dugaan Pungli Perizinan ESDM Jatim: Ada Emas dan Uang Rp8,44 M
"Jangan sampai gerundel (menggerutu). Jangan dipaksa, disepakati bersama-sama," ujar Sugiri kepada awak media.
Menurutnya, pemerintah sudah menggratiskan pendidikan dengan dana BOS. Tetapi jika merasa perlu ada tambahan fasilitas, alangkah baiknya jika komite, guru hingga wali murid kesepakatan.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sanksi 2 Oknum Penyapu Jalan Buntut Pungli PKL Tugu Pahlawan
"Jangan mematok, guru, murid, orangtua harus terlibat bagaimana pendidikan kelak. Bicarakan baik-baik. Berlaku untuk semua," pungkasnya.