jatimnow.com - Warga Perum Jade Ville Desa Sidokepung, Buduran menggelar aksi protes atas tidak terealisasinya fasilitas umum di perumahan tersebut. Aksi itu digelar di Polsek Buduran, Jalan Jawa No. 6, Wadungasih, Buduran, Banjarkemantren, Sidoarjo, Kamis, (8/3/2018).
Aksi protes ini berujung mediasi yang dilakukan pihak developer dan perwakilan warga Perum Jade Ville yang ditengahi oleh Kapolsek Buduran Hery Mulyanto.
"Permasalahannya tentang iuran warga, warga membayar iuran Rp 650 ribu per KK, sedangkan Ruko membayar Rp 150 ribu per Ruko. Di tempat itu ada 140 KK,” kata Hery seusai mediasi.
Baca juga: Demo Tolak UU TNI di Kediri Ricuh, Massa Lempar Molotov dan Kembang Api
Menurut Hery, saat itu warga sudah mengumpulkan uang dengan jumlah keseluruhan Rp 10 juta lebih dan dibayarkan Rp 7,7 juta pada perawatan perumahan. Sisanya sebanyak Rp 3,25 juta ditahan terlebih dahulu karena security tidak bekerja sesuai SOP nya.
“Jadi, missnya dalam soal uang keamanan saja, nantinya akan ada pertemuan lagi secara internal untuk warga perumahan itu sendiri," tegasnya.
Pertemuan selanjutnya antara warga dan pihak developer itu direncanakan pada Hari Jumat malam di Perum Jade Ville Balai RT 6.
Baca juga: Aliansi Ponorogo Melawan Evaluasi 100 Hari Kinerja Prabowo-Gibran
Sementara itu, developer Perum Jade Ville Prani membenarkan bahwa ada miss komunikasi antara warga dan developer. Ditambahkan lagi ada salah satu oknum dari pihak developer yang melakukan penggelapan dana iuran.
"Sebenarnya yang terjadi di sini adalah miss komunikasi, karena sebelumnya dari pihak perusahaan kami ada oknum yang melakukan penggelapan dana iuran tersebut," katanya.
Kasus penggelapan itu ternyata belum diketahui oleh Polsek Buduran. Laporannya pun setelah ditelusuri belum masuk ke polsek, sehingga mediasi itu sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Baca juga: Warga Jember Protes Jalan Provinsi Rusak 20 Km, Tuntut Evaluasi Total Andalalin
Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto