jatimnow.com - Calo yang menjanjikan penyuluh swadaya pertanian di Ponorogo bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terdeteksi.
"Beberapa nyaris terjebak dengan janji bisa jadi PPPK. Karena penipu lihai," ujar Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, Masun, Selasa (7/3/2023).
Masun menjelaskan, sasaran calo itu adalah para penyuluh swadaya pertanian di empat Kecamatan, meliputi Bungkal, Sawoo, Jenangan dan Slahung.
Baca juga: Cara Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Rp15 Juta Lewat HP
"Penipu mengatasnamakan Pak Andi (Kepala Badan, Kepegawaian, Pengembangan dan Sumber Daya Manusia Ponorogo)," jelas dia.
Baca juga: Jangan Pakai Calo! Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Sudah Serba Digital
Menurut Masun, penipu itu menyebutkan bahwa ada peluang bagi penyuluh swadaya pertanian untuk menjadi PPPK. Setelah mendapat tawaran itu, para penyuluh swadaya pertanian melakukan konfirmasi ke Dipertahankan.
"Sejauh ini tidak ada informasi dari BKPSDM yang mengangkat pegawai penyuluh swadaya pertanian menjadi PPPK," jelasnya.
Baca juga: Strategi Unik Samsat Tulungagung Antisipasi Calo
Masun menjelaskan, penyuluh swadaya pertanian saat ini totalnya ada 137 orang. Mereka adalah masyarakat yang punya keahlian membantu penyuluh pertanian menginformasikan, menyampaikan ilmu kepada petani lainnya.
"Satu kelompok ada yang pintar, kami fasilitasi, sering ajak diskusi dan ada pelatihan kita berangkatkan. Jadi mereka memang murni relawan karena tidak dibayar," papar dia.