Khofifah Ajak PWI Jatim Masifkan Literasi dan Inklusi Keuangan

Minggu, 12 Mar 2023 15:22 WIB
Reporter :
Yanuar Dedy
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat hadir dalam peringatan HPN ke-77 tingkat Jawa Timur di Kediri. (foto : Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak PWI Jawa Timur melalui peran pers untuk memasifkan literasi keuangan dan keuangan inklusi sebagai penguatan UMKM yang merupakan backbone perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Khofifah dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-77 tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan PWI Jatim dengan tema UMKM Backbone Perekonomian Nasional di Kediri, Sabtu (11/3/2023) malam.

Menurut Khofifah, sebagai backbone perekonomian nasional, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional hingga global. Bahkan keberhasilan Jatim meningkatkan perekonomian pascapandemi menjadi 5,34 persen tak lepas dari peran UMKM.

Baca juga: Puncak Peringatan HPN dan HUT PWI di Lamongan jadi Ajang Silaturahmi

"Jack Ma dalam World Economic Forum tahun 2020 lalu memprediksi pada tahun 2030 perekonomian dunia 99 persen akan didominasi UMKM secara online dan 85 persen di antaranya melalui e-commerce," kata Khofifah.

Khofifah Indar Parawansa saat menerima penghargaan PWI Jatim Award 2023 sebagai Tokoh Nasional Peduli Wartawan dari Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim. (foto Humas Pemprov for jatimnow.com)

Untuk memperkuat UMKM di Jatim, Khofifah menekankan pentingnya literasi keuangan. Menurutnya literasi keuangan dan keuangan inklusi merupakan suatu keniscayaan yang harus diterapkan para pelaku UMKM.

"Sebetulnya capaian keuangan inklusi Jatim sudah di atas rata-rata nasional. Kalau target nasional tahun 2024 90 persen keuangan inklusi tercapai, capaian di Jatim tahun 2022 sudah 92 persen. Sementara target literasi keuangan nasional tahun 2024 adalah 50 persen, sementara capaian Jawa Timur untuk literasi keuangan tahun 2022 mencapai 54 persen," ujarnya.

Meski demikian, Gubernur Khofifah merasa ada ketimpangan antara capaian keuangan inklusi dengan literasi keuangan baik nasional maupun Jatim. Capaian keuangan inklusi di Jatim tahun 2022 sudah mencapai 92 persen, sedangkan literasi keuangannya di tahun yang sama berada di angka 54 persen.

"Meski capaian sudah lebih baik dibanding nasional, tetap saya merasa jomplang antara capaian keuangan inklusi dan literasi keuangan kita. Untuk itu saya ingin mengajak semua pihak, termasuk Otoraitas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta kekuatan PWI Jatim untuk melakukan literasi keuangan lebih masif," lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini literasi keuangan sama pentingnya dengan literasi digital, untuk dipahami para pelaku UMKM. Ke depan, ia ingin mengajak insan pers Jatim bersama-sama menguatkan literasi keuangan dan keuangan inklusi pada masyarakat.

Menurutnya, literasi digital dan literasi keuangan harus berjalan beriringan. Dia juga meminta agar OJK dan BI diperkuat PWI bisa memberi penguatan kepada rekan-rekan wartawan, khususnya yang fokus dalam jurnalistik ekonomi.

Baca juga: DPRD Gresik Dorong Perusahaan dan Instansi Terapkan Industri Hijau

"Kalau kita melakukan pendalaman kemudian membuat infrastruktur bersama-sama, sehingga capaian-capaian ini terukur, saya rasa dari Biro Perekonomian Pemprov Jatim akan dengan sukacita menyiapkan program kerja sama tersebut. Sehingga, manfaat secara aplikatif itu bisa dirasakan terutama untuk pelaku-pelaku ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah," jelasnya.

\

Sejumlah tamu dan jurnalis yang tergabung PWI Jatim menyambut kedatangan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

Sejauh ini, Jawa Timur telah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat daya saing UMKM menghadapi tantangan global. Salah satunya melalui Rumah Kurasi dan Communal Branding hasil kolaborasi dengan BI. Kedua program ini berhasil membuat kopi lokal dari Madiun, Wonosalam (Jombang), dan Bondowoso menembus pasar mancanegara.

"Itu tepat saat saya terjadwal membuka Porwanas (Pekan Olah Raga Wartawan Nasional) yang digelar di Jatim. Saya harus ke Mesir untuk pertama kalinya kopi lokal Kare (Madiun), Wonosalam (Jombang), dan Bondowoso sebanyak 200 ton diekspor ke Mesir melalui communal branding," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menerima penghargaan PWI Jatim Award 2023 sebagai Tokoh Nasional Peduli Wartawan. PWI Jatim menilai Khofifah layak mendapat penghargaan sebagai Tokoh Nasional Peduli Wartawan lantaran selama ini hubungan Pemprov Jatim dengan insan pers terjalin sinergis dan harmonis.

Atas diterimanya penghargaan ini, secara khusus Khofifah menyampaikan terima kasihnya. Ia mengakui bahwa pers merupakan salah satu dari unsur penting pentahelix dalam upaya pembangunan dan pengembangan potensi daerah.

Baca juga: Momen Sederhana Penuh Makna di Peringatan HPN ke-78 PWI Lamongan

Khofifah Indar Parawansa menyanyikan lagu Indonesia Raya pada acara HPN di Kediri. (foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

Untuk itu, menurut Gubernur Khofifah, sinergitas antara pers dan pemerintah menjadi satu hal yang penting untuk dibangun partnership yang saling menjaga eksistem masing- masing.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim berharap momen peringatan HPN ke-77 tingkat Jatim bisa meningkatkan kesadaran bersama untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi.

"Saya harap semua teman-teman kita untuk tetap menjadi yang terbaik, memberikan yang terbaik kepada publik, menjadi Mitra yang baik untuk government beserta seluruh stakeholder demi terwujudnya masyarakat yang berkembang," ujarnya.

Selain dihadiri anggota PWI Jatim, Peringatan HPN ke-77 tingkat ini juga dihadiri Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar; Bupati Magetan, Suprawoto; Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto; Pj Walikota Batu, Aries Agung Paewai; dan Ketua PWI Kediri, Bambang Iswahyoedhi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler