jatimnow.com - Peringati Hari Jadi Tulungagung ke-818, Paguyuban Kawula Kraton Surakarta (PAKASA) menggelar ritual lampah tapa bisu. Dalam ritual ini, mereka berjalan mengelilingi Alun-alun Tulungagung sebanyak 3 kali, tanpa berbicara alias membisu.
Ritual tersebut digelar sebagai bentuk ruwatan serta keprihatinan atas kerusakan alam yang banyak terjadi saat ini.
Baca juga: Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung
Ketua PAKASA Tulungagung, RT Endro Setyodipuro mengatakan ritual lampah topo bisu ini merupakan sebuah tradisi yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam. Ritual ini merupakan bentuk ruwatan serta rasa syukur atas berkah yang diberikan alam selama ini.
Baca juga: Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille
"Ritual ini juga kami gelar sebagai bentuk keprihatinan atas kerusakan alam yang banyak terjadi saat ini," ujarnya, Senin (20/11/2023).