jatimnow.com - Angka pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Sepulu, Bangkalan tinggi. Namun, jumlah itu tak diimbangi dengan ketersediaan obat di fasilitas kesehatan.
Hal itu memantik respons anggota Komisi D DPRD Bangkalan, Subaidi. Ia mengatakan, ketersediaan obat harusnya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasien yang ada.
"Jumlah pasien ODGJ itu mencapai 230 orang tapi jumlah obatnya sangat minim," ujarnya, Sabtu (16/12/2023).
Baca juga: Kisah Tukang Cukur di Banyuwangi Beri Layanan Gratis bagi Difabel hingga ODGJ
Ia juga menyayangkan pelayanan di Puskesmas tersebut yang dinilai lambat dalam menangani ODGJ. Sehingga pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap Puskesmas itu.
Baca juga: 95 Persen ODGJ Penghuni Liponsos Sidoarjo Tak Beridentitas
"Bagaimana bisa obatnya kurang padahal stoknya di dinas masih ada. Kami akan segera memanggil pegawai puskesmas untuk mengklarifikasi hal ini," imbuhnya.
Komisi D DPRD Bangkalan juga akan segera memanggil dinas terkait untuk mencocokkan data keduanya.
Baca juga: 200 ODGJ asal Tulungagung Dikirim Berobat ke RSJ Lawang