Kue Keranjang Kie Lidyana, Salah Satu Produsen Legendaris di Surabaya

Jumat, 09 Feb 2024 17:35 WIB
Reporter :
Haryo Agus
Kue Keranjang Kie Lidyana (Foto: Haryo Agus/ jatimnow.com)

jatimnow.com - Kue Keranjang menjadi salah satu makanan wajib saat perayaan tahun baru Imlek. Hal itu menjadi berkah bagi pedagang dan produsen Kue Keranjang di Surabaya.

Salah satunya adalah Kue Keranjang Kie Lidyana yang sudah berdiri lebih dari 15 tahun. Produsen kue keranjang yang berada di Jalan Kalidami IX Nomor 9, Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya itu ikut kecipratan berkah Imlek di tahun Naga Kayu.

Pasalnya, pada Imlek tahun ini, kue keranjang milik Kie Lidyana tersebut mampu terjual 8000 dus, atau meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumya yang hanya 6000 dus.

Baca juga: Sepi Pembeli, Luminor Sidoarjo, Imlekan

"Saya membuat kue keranjang cuman pada perayaan Imlek. Untuk sehari-hari tidak produksi, kecuali ada pesanan," katanya pada jatimnow.com, Jumat (9/2/2024).

Kie Lidyana menuturkan, bahwa permintaan kue keranjang sudah ramai sejak 10 hari menjelang Imlek. Permintaan itu pun masih akan ramai sampai 1 minggu setelah Imlek atau bertepatan sampai perayaan Cap Go Meh.

Baca juga: Harga Bahan Kue Keranjang Naik Jelang Imlek 2024, Penjual Sambat Sepi Pembeli

"Sehari produksi 40 kilogram tepung. Itu bisa jadi sekitar 320 buah," kata ujarnya.

\

Kue Keranjang Kie Lidyana ada dalam beberapa varian isi, yakni isi 2-4-9 per pack dengan harga Rp30 ribu. Kie Lidyana menuturkan bahwa kue keranjang buatannya dijual di beberapa toko di Surabaya, di antaranya Pasar Atom, Indo Grosir, Bilka, dan Pasar Pabean.

"Di Pasar Atom yang paling banter (cepat habis). Seberapa banyak pun akan habis. Soalnya cuman sedikit yang memproduksi. Cuman tiga di Surabaya," tuturnya.

Baca juga: Video: Barongsai Bagikan Kue Kerangjang di Stasiun Gubeng Surabaya

Kie Lidyana menjelaskan, proses pembuatan kue keranjang terbilang cukup mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan yakni tepung, air, dan gula dengan perbandingan 1:1:1. Kemudian diaduk merata dan dikukus.

"Itu masaknya harus hati-hati. Api harus paling kecil, pelan-pelan, dan lama. Butuh waktu 15 jam. Kalau api besar, itu kan cepat matangnya. Itu malah bikin rusak, bikin gak enak," tandasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler