jatimnow.com - Beberapa pungutan yang ditarik oleh SMKN 1 Surabaya di luar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), mematik reaksi dari para siswa dan orang tua murid. Tercatat tiga pungutan di luar SPP yang ada di sekolah tersebut.
Tiga pungutan yang dimaksud diantaranya untuk pembangunan atap lapangan indoor sebesar Rp 150 ribu, Dies Natalies Rp 150 ribu dan parkir Rp 600 ribu.
Bahrun Kepala SMK Negeri 1 Surabaya, dan dua orang perwakilan komite sekolah, Moh Noor Al Azam dan Agus selaku sekretaris komite sekolah mengklarifikasi hal itu.
Menurutnya keluhan itu, sebenarnya tidak perlu terjadi, karena perencanaan pembangunan itu sudah di setujui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Begitu dengan informasi iuran telah di sosialisasikan kepada orang tua pelajar mulai kelas x hingga kelas XII pada tahun 2017 lalu.
"Pembangunan itu berdasarkan kebutuhan siswa, pertama kalau hari Jumat bisa digunakan untuk mengantisipasi luberan jamaah, kedua terkait upacara agar tidak terpapar sinar matahari dan ketiga digunakan untuk kegiatan lain seprti ekskul ketika musim hujan biar tidak kena hujan," terang Agus saat ditemui jatimnow.com, di ruang kepala sekolah SMK Negeri 1 Surabaya, Jumat (28/9/2018).
Ia menjelaskan, saat menimbang dan memperkirakan kebutuhan mendesak itu, orang tua siswa menyepakati iuran dengan nominal Rp 180 ribu persiswa dan berhasil terkumpul dana Rp 536 juta dari 3000 siswa.
"Kita sadari bahwa ada siswa yang kurang mampu dan ada beberapa siswa dari mitra warga. Meskipun dana yang terkumpul tidak sesuai dengan nominal kebutuhan sekitar Rp 823.465.000. Kemudian kekurangan anggaran itu sebesar Rp 287 itu diambilkan dari dana talangan sekolah," terangnya.
Selanjutnya, pihak komite beserta kepala sekolah menunjuk CV Nasional Patriot sebagai kontraktor pelaksana proyek indoor.
"Kami setelah pengerjaan itu dilakukan CV Nasional Patriot dan telebih dahulu melakukan perjanjian kontrak kerja, pada 15 Desember 2018. Kenapa dipilih CV itu karena sudah melalui kesepakatan rapat komite, kita anggap hasil garapannya baik sehingga lakukan perjanjian kerja dengan Pak Eko Prayitno," paparnya.
Pihak Kepsek dan komite menjelaskan bahwa iuran yang dibayarkan para walimurid juga hanya melalui transfer Bank Jatim, artinya tidak ada uang yang diterimanya secara langsung.
"Jadi tidak ada transaksi uang sama sekali, jadi orang tua transfer ke rekening sekolah melalui Bank Jatim berbarengan dengan membayar SPP," kata Bahrun Kepala SMK Negeri 1 Surabaya.
Namun, dipertengahan jalan, pengerjaan proyek ternyata masih belum ditertutup dan sesuai dengan gor pada umumnya yang dilengkapi dengan lampu dan jaring penutup sisi lapangan.
"Kita akan laporan ke wali murid kalau pembangunannya masih belum lengkap, bersamaa proses penerimaan rapor bulan Oktober mendatang," tandasnya.
SMKN 1 Surabaya Tarik Tiga Pungutan di Luar SPP, Apa Saja?
Sabtu, 29 Sep 2018 11:09 WIB
Reporter :
Farizal Tito
Farizal Tito
Berita Surabaya
Ini Penyebab Kericuhan Konfercab PMII Surabaya
Konfercab PMII Surabaya Ricuh di Islamic Centre, Kader Unair Dipukul
Kantongi 2,7 Juta Suara, Ning Lia Dinilai Layak Maju Pilgub Jatim
Inovasi Veronica Singajaya Bawa Jajanan Pasar ke Panggung Nasional
SIER Intervensi UMKM Lokal Perluas Pasar melalui Jatim Fest 2026
Berita Terbaru
Ini Penyebab Kericuhan Konfercab PMII Surabaya
Baku Tembak di Hutan Maybrat, Dua Komandan OPM Sorong Raya Tewas
Konfercab PMII Surabaya Ricuh di Islamic Centre, Kader Unair Dipukul
Lomba Desain Batik Lamongan Jadi Sarana Perkuat Identitas Daerah Lewat Karya Seni
Konsolidasi NasDem Jatim di Malang Raya Targetkan Sejumlah Hal Ini
Tretan JatimNow
Terpopuler
#1
Ini Penyebab Kericuhan Konfercab PMII Surabaya
#2
Konfercab PMII Surabaya Ricuh di Islamic Centre, Kader Unair Dipukul
#3
Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
#4
Polemik DPC Gerindra Probolinggo, Ipda Purnomo Minta Maaf, Mutasi Perdana Kapolri
#5