Prediksi Bill Gates: Seminggu Cukup Kerja 2 Hari Berkat AI

Kamis, 03 Apr 2025 13:57 WIB
Reporter :
jatimnow.com
ilustrasi. (Foto: Pixabay)

jatimnow.com - Bill Gates, miliarder teknologi dan pendiri Microsoft, memprediksi seseorang hanya perlu bekerja 2 hari dalam semninggu berkat bantuan Artificial intelligence (AI).

Peran signifikan kecerdasan buatan ini dibicarakan Bill Gates saat hadir di acara The Tonight Show dengan Jimmy Fallon.

Dilansir laman Kotak Game, Selasa (1/4/2025), Bill Gates menjelaskan bahwa, berdasarkan pengalamannya di dunia teknologi, perkembangan AI akan memudahkan berbagai profesi, seperti dokter dan guru. Dengan AI, saran medis dan bimbingan belajar bisa diakses secara gratis dan lebih luas.

Baca juga: Spesifikasi Lenovo Yoga Slim 9i: Desain 3D Cat Eye dengan Kamera Dibawah Layar

Hal ini, menurut Bill Gates, akan mengatasi masalah kekurangan tenaga profesional di bidang tersebut. Namun, pandangannya ini menuai kritik. Banyak yang berpendapat bahwa profesi tersebut memerlukan lebih banyak dukungan struktural dan bukan sekadar teknologi.

Selain itu, meski AI telah menunjukkan kemajuan di bidang kesehatan, seperti prediksi penyakit, ia juga membawa masalah baru. Beberapa teknologi AI justru memperburuk ketidaksetaraan, seperti bias dalam diagnosa medis untuk wanita dan orang kulit berwarna.

Bill Gates juga membahas kemungkinan bahwa AI akan mengubah cara kita bekerja, dengan minggu kerja yang lebih pendek, misalnya dua atau tiga hari seminggu. Ini sejalan dengan tren yang semakin banyak diujicobakan di perusahaan-perusahaan, seperti program minggu kerja empat hari di Inggris yang menunjukkan hasil positif.

Baca juga: Spesifikasi Infinix Note 50 Series, AI Gaming dengan Harga 2 Jutaan

Namun, kritikan utama terhadap prediksi Bill Gates adalah bahwa AI saat ini belum membuktikan diri sebagai alat yang mempermudah beban kerja sehari-hari. AI memang canggih, tetapi belum cukup efektif dalam menggantikan pekerjaan manusia di banyak bidang.

\

Selain itu, penggunaan AI yang luas juga memunculkan kekhawatiran tentang dampak lingkungan, seperti penggunaan air berlebihan dan jejak karbon dari pengembangan teknologi ini.

Bill Gates menyebutkan bahwa Microsoft belum berhasil mencapai tujuan iklim mereka dalam mengejar kemajuan AI.

Baca juga: RSUD Sidoarjo Gandeng Tenaga Ahli Kosel, Implementasikan AI dalam Layanan Medis

Seperti halnya prediksi masa depan lainnya, apakah AI akan membawa perubahan positif atau justru menciptakan tantangan baru? 

Prediksimu piye, Lur?

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler