Pemerintah Pulangkan Jenazah PMI yang Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja di Korsel

Selasa, 01 Jul 2025 16:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Menteri Karding saat pemulangan jenazah dan memberikan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: BPJS Ketenagakerjaan/jatimnow.com)

jatimnow.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) resmi memulangkan jenazah Ngadiman, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cilacap yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di Korea Selatan.

Kedatangan jenazah diterima langsung Menteri P2MI Abdul Kadir Karding di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Gateway Human Remains – Cargo Jenazah, Minggu petang (29/6/2025).

Menteri Karding menyerahkan jenazah kepada keluarga almarhum sekaligus memberikan santunan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan senilai total Rp213 juta, termasuk santunan kematian akibat kecelakaan kerja serta beasiswa untuk dua anak almarhum.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Gresik Dukung Program Grab dan Kementerian UMKM

"Karena Ngadiman berangkat secara prosedural dengan kontrak kerja jelas, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan bisa diberikan, berupa santunan kematian dan beasiswa bagi dua putra-putrinya," jelas Menteri Karding.

Ngadiman merupakan PMI yang diberangkatkan secara resmi melalui skema Government to Government (G to G) antara Indonesia dan Korea Selatan. Dengan status ini, Ngadiman mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

"Kehadiran negara terlihat jelas mulai perekrutan hingga purna tugas. Pesan kami, semua yang hendak bekerja di luar negeri harus berangkat secara prosedural," tambah Menteri Karding.

KBRI Seoul melaporkan bahwa kecelakaan terjadi saat Ngadiman membersihkan mesin dari tumpukan kotoran dan sampah, namun tubuhnya terhimpit mesin. Meskipun mendapat perawatan di rumah sakit, Ngadiman meninggal dunia pada 25 Juni 2025 pukul 10.05 waktu setempat.

Baca juga: PT SGN dan BPJamsostek Hadirkan Jaminan Sosial untuk Pekerja Kebun

Kejadian tragis ini mengingatkan pentingnya perlindungan bagi setiap pekerja migran yang berisiko mengalami kecelakaan kerja. Roswita Nilakurnia, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmen BPJS memberikan perlindungan menyeluruh kepada PMI yang berangkat secara prosedural.

\

"Santunan ini adalah hak almarhum sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukti jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai jaring pengaman pekerja dari berbagai risiko," ujarnya.

BPJS Ketenagakerjaan juga terus berupaya memperluas cakupan kepesertaan bagi PMI. Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Karimunjawa, Adventus Edison Souhuwat, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Ngadiman.

Baca juga: Peran BPJS Ketenagakerjaan Gresik dalam Layanan Kecelakaan Kerja

"Kejadian ini jadi pengingat pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja, termasuk yang bekerja di luar negeri. Negara hadir memberikan perlindungan nyata mulai dari keberangkatan hingga purna tugas," tegasnya.

Sonny, sapaan akrabnya, mendorong seluruh calon PMI, khususnya dari Surabaya, untuk berangkat secara prosedural agar mendapatkan perlindungan menyeluruh.

"Dengan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, PMI dan keluarganya akan merasa lebih aman dan tenang menjalani proses kerja di luar negeri," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler