jatimnow.com,- Tulungagung ditunjuk mewakili Jatim untuk dua cabang olahraga (cabor) di Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) VIII tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat (NTB). Atet dua cabor tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Mereka ditargetkan bisa meraih medali emas di cabor yang diikuti.
Gatut Sunu mengapresiasi keoptimisan kontingen Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Tulungagung yang bertekad maksimal dalam mendulang medali emas dalam kejuaraan tersebut. Mereka menargetkan sapu bersih medali emas di olahraga layang-layang dan binaraga.
“Tentunya di Fornas NTB tidak hanya ikut berpartisipasi. Wajib mendapat medali emas,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Dalami Riwayat Tanah, Kejari Tulungagung Geledah Kantor Kelurahan Kepatihan
Gatut juga meminta pada masyarakat Tulungagung untuk mendoakan kontingen Formi Tulungagung yang akan berlaga di Fornas VIII tahun 2025 NTB. Mereka semua diharapkan selalu sehat dan diberi keselamatan. Tak hanya itu Gatut bakal memberi bonus bagi yang memperoleh medali emas itu.
Baca juga: Guru SDN di Tulungagung Rela Iuran Untuk Mendapat Siswa Baru
“Insya Allah kami perhatikan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kormi Tulungagung, Sudarmaji, menegaskan sudah ada target mendulang medali emas di dua cabor. Alasannya, di dua cabor tersebut, Kormi Tulungagung menjadi yang teratas di Jatim. Kontingen Kormi Tulungagung berjumlah 10 orang. Dari Inorga Pelangi (layang-layang) sebanyak delapan orang dan dari Inorga Perbafi (binaraga) sebanyak dua orang.
Rencananya, kontingen Kormi Tulungagung akan berangkat menuju NTB pada tanggal 26 Juli 2025. Sedang pelaksanaan Fornas VIII tahun 2025 pada tanggal 28 Juli 2025 sampai dengan tanggal 1 Agustus 2025.
Baca juga: Pesta Miras Bareng Pencuri, Dua Petugas Satpol PP Tulungagung Disanksi
“Kami juara di dua cabor itu di tingkat provinsi dan saat ini mewakili Jatim di Fornas NTB. Kami optimis dapat meraih emas di semua kategori di cabor layang-layang dan binaraga. Untuk layang-layang, prestasi Tulungagung sudah internasional,” pungkasnya.