Video Anggota Pramuka Diajak Berteriak Ganti Presiden Menuai Protes

Senin, 15 Okt 2018 16:32 WIB
Reporter :
Farizal Tito
Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Saifullah Yusuf

jatimnow.com - Sebuah video yang didalamnya berisi ratusan anggota pramuka cilik meneriakkan ganti presiden beredar dan menjadi viral. Dengan didampingi oleh beberapa orang berpakaian bebas, ratusan anggota pramuka tersebut dikomando untuk meneriakkan ganti presiden.

Video yang berdurasi 19 detik tersebut memicu reaksi dari berbagai kalangan, salah satunya dari Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, Saifullah Yusuf.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf memprotes keras video yang beredar tersebut. Menurut Gus Ipul, video tersebut ditengarai sengaja dibuat oleh seseorang untuk kepentingan politik.

"Kita memprotes keras kepada yang membuat video yang sengaja mempolitisasi pramuka," tutur Gus Ipul kepada wartawan saat di kantor Pramuka Kwarda Jawa Timur di Jalan Raya Kertajaya no 77 A Surabaya, Senin (15/10/2018).

Gus Ipul meminta si pembuat video serta orang-orang yang terlibat dalam video tersebut harus bertanggung jawab.

"Kepada siapa saja terlebih dalang maupun yang sengaja membuat dan mengedarkan video tersebut harus bertanggung jawab," tegas Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan, pada saat pelantikan menjadi anggota pramuka, semuanya disumpah untuk tidak memasukkan politik praktis ke dalam organisasi gerakan pramuka.

Dan sesuai dengan AD/ART juga dijelaskan bahwa organisasi gerakan pramuka tidak boleh memasuki politik praktis kecuali mengatasnamakan pribadi bukan organisasi pramuka.

"Makanya pada waktu pilgub jatim kemarin, walaupun saya selaku ketua pengurus pramuka jatim, saya tidak mencampur adukan pilgub dengan pramuka," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan, lokasi pembuatan video tersebut masih belum diketahui, namun jika peristiwa itu terjadi di Jawa Timur maka akan kita tindak tegas dengan membekukan gugus atau nomor induk pramuka.

"Kami juga meminta kepada Kwatir Nasional Gerakan Pramuka untuk mengambil langkah hukum dan bertindak cepat agar kejadian serupa tidak berulang," ujar Gus Ipul.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler