jatimnow.com-Dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, Pemerintah Kabupaten Lamongan mengenalkan trobosan baru.
Sejalan dengan komitmen menjaga kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Lamongan resmi meluncurkan layanan Publik Safety Center (PSC).
Layanan ini ditujukan untuk mempercepat tindakan medis yang bersifat darurat dengan respon yang cepat dan tepat.
Baca juga: Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan
"Selain berbagai kegiatan penunjang, untuk fasilitas terus kita lengkapi termasuk kita meresmikan Publik Safety Center yang menghubungkan dengan seluruh fasilitas emergency," ungkap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Kamis (20/11/2025).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menyebut layanan PSC telah terkoneksi dengan pusat layanan kesehatan yang tersebar di seluruh Lamongan.
"Layanan ini tersebar dan ada diberapa titik sebanyak 473 pusat layanan kesehatan. Nanti kalau masyarakat membutuhkan layanan emergency bisa menghubungi call canter 119," tuturnya
Baca juga: Ruas Jalan Plembon - Made Lamongan Diresmikan Bupati Yuhronur Efendi
Trobosan di bidang kesehatan ini siaga 24 jam non-stop, dimana mekanismenya ada admin call canter yang siap memberi panduan yang tepat. Layanan ini juga telah dilengkapi dengan kendaraan mobile emergency untuk menjangkau lokasi secara luas dan mempercepat penanganan.
Dalam momen ini, Pak Yes juga melaporkan bahwa pihaknya terus melakukan peningkatan kesehatan baik Posyandu, Pustu, Puskesmas dan Rumah Sakit.
"Dari tingkat paling bawah sampai rumah sakit, kita terus menyempurnakan layanan kesejatan terutama RS sebagai pusat rujukan utama," tuturnya.
Baca juga: Nilai Ekspor Produk Lamongan Tahun 2025 Tembus Rp22 Triliun
Kegiatan HKN 2025 digelar di Halaman Dinkes Lamongan, dengan rangkaian apel dan pemberian penghargaan bagi insan kesehatan dan puskesmas yang dianggap punya peran dan andil besar dalam menunjang layanan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Chaidir Anas membeberkan bahwa layanan ini secara khusus menyasar seluruh segmen masyarakat yang memerlukan bantuan cepat dan bertujuan mengurangi resiko fatalitas akibat kejadian gawat darurat.
"Layanan ini dijalankan oleh petugas dan ahli dibidang kegawat daruratan. Betujuan untuk mengurangi fatalitas. Bukan hanya tertang kecelakaan tapi bisa juga untuk hal-hal emergensi sepeti serangan jantung, kasus keracunan, atau ibu hamil," pungkasnya.