Farmasi Unair Go International, Edukasi Obat Tradisional di Thailand

Jumat, 05 Des 2025 13:39 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Tim FFUA dan Rangsit University mengunjungi masyarakat yang menggunakan obat konvensional dan tradisional untuk penyakit degeneratif. (Foto: FFUA/jatimnow.com)

jatimnow.com - Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (FFUA) menunjukkan komitmennya dalam Tridharma Pendidikan Tinggi melalui serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di dalam dan luar negeri.

Pada 18-23 November 2025, tim FFUA yang dipimpin oleh Prof. Rr. Retno Widyowati, Ph.D., bermitra dengan College of Pharmacy, Rangsit University, Thailand, memberikan konseling penggunaan obat tradisional kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Dies Natalis ke-62 FFUA.

"Fakultas Farmasi Universitas Airlangga memiliki peran penting dalam menghidupkan kembali peran apoteker di tingkat nasional dan internasional. Kolaborasi dengan institusi di luar negeri, seperti di Thailand, adalah salah satu wujudnya," ujar Prof. Retno.

Baca juga: Obesitas Remaja, Salahkah Begadang dan Makan Tengah Malam?

Di distrik Don Mueang, tim FFUA dan Rangsit University mengunjungi masyarakat yang menggunakan obat konvensional dan tradisional untuk penyakit degeneratif. Mereka memberikan konseling tentang cara mengolah dan mengonsumsi tanaman obat seperti Rosella dan bunga telang agar aman dan efektif.

"Tanaman obat ini juga bisa digunakan untuk pencegahan penyakit degeneratif," jelas Prof. Retno.

Baca juga: Mengenal Superflu H3N2, Varian Baru Influenza yang Kini Masuk Indonesia

\

Selain itu, Prof. Retno dan Dr. Neny Purwitasari memberikan pengenalan dan pelatihan pengolahan obat tradisional Indonesia kepada mahasiswa College of Pharmacy Rangsit University.

Satsiri, salah satu mahasiswa, mengungkapkan ketertarikannya dan mencoba membuat masker wajah dari bahan tradisional.

Baca juga: Jangan Asal Jajan, Simak Tips Sehat Libur Natal & Tahun Baru dari Pakar UNAIR

Kunjungan ke industri farmasi Sun Herb Manufacturing milik Rangsit University menutup rangkaian kegiatan di Thailand.

"Kerja sama ke depan mengenai produksi hasil riset yang bisa didaftarkan di Thai FDA sangat mungkin dilakukan," imbuh Prof. Retno.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler