jatimnow.com - Atmosfer kompetisi futsal pelajar di Jawa Timur dipastikan semakin memanas. Indosat Ooredoo Hutchison melalui jenama Tri resmi menggandeng Liga Tendang Bola 2026 untuk menyulap turnamen antar-sekolah menjadi panggung sportainment yang lebih kolosal.
Tahun ini, kompetisi bertajuk “Yamaha Fazzio LTB with Tri 2026” tersebut berekspansi melampaui batas kota, menjangkau talenta-talenta muda di Surabaya, Gresik, hingga Mojokerto.
Ambisi ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada musim 2025, animo massa pecah dengan catatan puluhan ribu penonton memadati tribun secara langsung dan ratusan ribu lainnya menyaksikan via siaran daring.
Baca juga: Trafik Data Indosat Tumbuh 20 Persen Saat Nataru
Angka tersebut menasbihkan Liga Tendang Bola sebagai salah satu kiblat baru kompetisi pelajar di wilayah Jawa Timur.
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata investasi pada bakat muda.
Ia bilang, Tri ingin memastikan para pelajar memiliki wadah yang kompetitif sekaligus sehat untuk mengasah mentalitas juara mereka.
“Kami meyakini anak muda butuh ruang tumbuh yang aman dan berkelanjutan. Melalui Liga Tendang Bola 2026, Tri hadir untuk menemani perjalanan mereka, bukan hanya untuk mengejar trofi, tapi juga membangun integritas dan karakter yang kuat,” kata Fahd.
Baca juga: Indosat Bekali UMKM Pasuruan Strategi Konten Viral dan Optimasi Produk
Dukungan Tri tidak berhenti di pinggir lapangan. Mereka menyuntikkan infrastruktur digital berupa HiFi Air 5G untuk memastikan setiap momen krusial di lapangan bisa terunggah dan dinikmati secara instan oleh komunitas sekolah.
Selain itu, Tri merangsek langsung ke sekolah-sekolah lewat berbagai program aktivasi guna membakar semangat persaingan sejak dini.
Di level akar rumput, para pemain menyambut antusias standar baru kompetisi ini. Kapten tim futsal SMAN 10 Surabaya, Denny Fatur Rochdji (17), menegaskan bahwa turnamen ini telah berubah menjadi ajang pembuktian harga diri sekolah.
Baca juga: Cuan Meluber! Rahasia Bisnis Hampers Surabaya Stabil Saat Nataru
“Ini bukan sekadar menendang bola. Di sini kami mempertaruhkan kebanggaan sekolah. Kami merasa sangat terbantu karena diberi panggung besar untuk menunjukkan kualitas permainan kami yang sebenarnya,” tegas Denny.
Dengan menyatukan aksi olah bola, kreativitas suporter, dan kekuatan sinyal digital, Liga Tendang Bola 2026 diproyeksikan menjadi kawah candradimuka bagi atlet masa depan.
Tri memosisikan diri bukan sekadar penyedia kuota, melainkan motor penggerak bagi Gen Z di Jawa Timur untuk berani bermimpi dan menaklukkan lapangan hijau.