jatimnow.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Pertemuan tersebut salah satunya membahas realisasi proyek pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 Gubeng - Wonokromo - Sidoarjo.
Dalam pertemuan perdana bagi keduanya ini, dibahas berbagai hal strategis lain utamanya penguatan kerjasama di sektor infrastruktur transportasi publik, kesehatan dan pendidikan.
Di sektor infrastruktur, Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Jerman serta Uni Eropa yang selama ini telah menjadi mitra penting dalam percepatan pembangunan di wilayah Jawa Timur.
Baca juga: Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan
Utamanya melalui dukungan masif KfW Development Bank untuk pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 Gubeng - Wonokromo - Sidoarjo.
"Ini menjadi penting karena transportasi publik di area Aglomerasi Surabaya memang harus dicari solusi. Insya Allah di tahun 2027 akan Ground Breaking," ungkap Gubernur Khofifah.
Baca juga: Jatim Proyeksikan Produksi Jagung 5,4 Juta Ton di 2026
Ia optimis keberadaan SRRL akan memudahkan, memurahkan dan mempercepat produktivitas masyarakat yang melakukan banyak kegiatannya di kawasan Surabaya Raya.
Sebagai informasi SRRL telah tercantum dalam Perpres no 12 tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 dan telah berproses dari tahun 2020 melalui Blue Book Bappenas 2020-2024.
Kemudian pada tanggal 30 Juni 2025 akhirnya dilakukan penandatanganan loan agreement antara Pemprov Jatim dengan KfW Development Bank senilai EURO 297 juta.
Baca juga: Bareng Muslimat NU, Gubernur Khofifah Dorong Sertifikasi Aset Organisasi
Rencananya, proyek ini akan mendukung elektrifikasi dan jalur ganda bagi kurang lebih 22 km jalur kereta api di Surabaya. Keberadaan jalur ini nantinya diharapkan dapat mengangkut lebih dari 200.000 penumpang per hari, memberikan manfaat bagi lebih dari 1,3 juta penduduk dalam dua tahun pertama, mengurangi kemacetan jalan dan biaya logistik.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Deputy Head of Mission Embassy of Poland to Indonesia Maciej Tumulec, Counsellor Development German Embassy Sascha Reebs, Programme Manages for Sustainable Finance and Investments EU Delegation Shanaz Patel, Direktur Bank Pembangunan Jerman (KfW) Burkhard Hinz, Koordinator Sektor Utama Mobilitas Bank Pembangunan Jerman (KfW) Eka Setiawan, Chief Representative of Netherlands Business Support Office (NBSO) Mario Lauw serta jajaran Kepala Perangkat Daerah Prov. Jatim terkait.