jatimnow.com-Puluhan rumah di wilayah Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung rusak terkena bencana angin puting beliung. Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah warga. Hempasan angin menyebabkan asbes dan genteng rumah warga beterbangan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan survey terhadap dampak bencana tersebut.
Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo mengatakan bencana puting beliung ini terjadi kemarin sore. Saat itu angin yang datang dari sisi selatan langsung merusak rumah warga. Video kemunculan angin dan dampak bencana ini telah viral di media sosial. Dalam waktu kurang dari satu menit, banyak atap rumah warga berupa asbes dan genteng yang dilaporkan mengalami kerusakan.
"Anginnya tidak lama kurang dari satu menit, banyak rumah warga yang mengalami kerusakan," ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Berdasar hasil pendataan sementara, diketahui bencana angin puting beliung ini merusak rumah warga di tiga desa. Yakni Desa Karangsari, Desa Panjerejo dan Desa Tugu. Total terdapat 41 rumah yang mengalami kerusakan. Dengan rincian 15 rumah rusak di Desa Karangsari, 22 rumah rusak di Desa Panjerejo dan 4 rumah rusak di Desa Tugu.
Baca juga: 178 Bidang Tanah di Tulungagung Tak Bisa Sertifikasi Wakaf, Ini Penyebabnya
"Untuk tingkat kerusakannya bervariasi mulai dari ringan hingga sedang, mayoritas rusaknya bagian atap rumah," tuturnya.
Pihak BPBD dan pemerintah setempat melakukan asessment dan penilaian dampak kerusakan pada setiap rumah warga. Mereka juga mengimbau kepada warga untuk selalu waspada dan berhati-hati terutama saat terjadi hujan deras. Mereka diminta untuk memantau perkembangan cuaca. Pihak pemerintah sendiri akan memberikan bantuan berupa asbes dan genteng kepada rumah warga yang mengalami kerusakan.
Baca juga: Dinas Pendidikan Tulungagung Segera Lakukan Pengisian Kursi Kepala Sekolah
"Nanti dari hasil penilaian dampak kerusakan, akan diusulkan mendapatkan bantuan untuk korban angin puting beliung," pungkasnya.